Breaking News:

Berita Gresik

Tak Kunjung di PAW, Syafiq Pertanyakan Rekomendasi DPP NasDem

Abdullah Syafi'i menunjukkan bukti surat DPP Partai NasDem 1010/MPN/DPRD/VIII/2019 dari Mahkamah Partai Nasdem. Yang menjelaskan status Mahmud

Surabaya.Tribunnews.com/Willy Abraham
Surat mahkamah partai NasDem milik Abdullah Syafi'i, Sabtu (27/6/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK – Abdullah Syafi'i menunjukkan bukti surat DPP Partai NasDem 1010/MPN/DPRD/VIII/2019 dari Mahkamah Partai Nasdem. Yang menjelaskan status Mahmud.

Status pemberhentiannya sebagai anggota partai, termasuk perintah untuk segera melakukan mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) kepada Mahmud.

Tak pelak hal ini membuat kondisi internal partai NasDem nampaknya kian memanas. Kafena belum ada kepastian terhadap masa depan Mahmud.

Mantan Kades Banyuwangi Manyar tersebut belum juga dilakukan eksekusi oleh Kejari Gresik atas vonis yang telah dijatuhkan.

Dikatakannya, tembusan surat tersebut diberikan kepada DPW Nasdem Jatim dan DPD Nasdem Gresik.

“yang menjadi pertanyaan kenapa masih dilantik kemarin?,” ucapnya.

Apalagi, keputusan tersebut belum dicabut dan masih berlaku, dalam poin mengadili ada perintah untuk segera melakukan PAW.

Hal tersebut memicu pertanyaan dari Abdullah Syafi’i.

Saat itu dia maju dari Partai NasDem berangkat dari Dapil VIII pada Pileg 2019 lalu. Yakni diwilayah Manyar, Bungah, dan Sidayu.

Saat itu dia hanya kalah tipis dari Mahmud. Selisih 298 suara dengan perolehan suars. 5.347 suara.

"Saat ini kita tunggu sikap partai DPD NasDem," tutupnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPD NasDem Gresik Saiful Anwar mengatakan sudah menyampaikan ke DPP terkait status Mahmud.

"Untuk surat rekomendasi sampai sekarang kami belum ada surat apalagi instruksi dari DPP," pungkasnya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved