Single Focus
Bila Tak Bermasker, Pesepeda Harus Siap-siap Dikirim ke Liponsos
Mereka yang kedapatan tidak pakai masker akan didekati petugas Satpol PP dan petugas khusus. Mereka juga akan dikirim ke Liponsos untuk kerja sosial
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Semakin banyak orang bersepeda, nampaknya menjadi fenomena baru di masa transisi. Meski demikian, mereka tetap tidak boleh sembarangan beraktivitas secara berkelompok.
"Pastikan memakai masker dan hindari saling ngobrol dalam jarak kurang dari 1 meter. Baik saat bersepeda maupun berhenti. Medium angin harus diwaspadai di masa pandemi covid-19 ini," kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto, Minggu (28/6).
Kata Irvan, Masker tetap menjadi keharusan. Apalagi saat ini, Surabaya menjadi sorotan soal penggunaan masker. Irvan mengatakan, bermasker saat bersepeda memang cukup mengganggu. Saat genjot pedal sepeda, masker memengaruhi kelonggaran pernapasan.
"Inilah new normal yang menuntut semua harus berubah ke tatanan kehidupan baru. Biasakan yang tidak biasa," tegas Irvan, yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Linmas Kota Surabaya.
Kebiasaan bersepeda ini, diakuinya, memang menjadi salah satu alternatif warga menghilangkan kejenuhan di rumah. Selain bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Irvan, yang juga hobi bersepeda, melihat fenomena ini terus meningkat di Surabaya. Bahkan, banyak yang kemudian membentuk kelompok baru dan melahirkan aktivitas komunal.
“Aktivitas berkelompok atau berkerumun ini yang patut diwaspadai. Pemkot memang memberi kelonggaran berkegiatan publik di masa transisi. Ini direaksi warga dengan bersepeda,” ujarnya.
Melalui Gugus Tugas Kota Surabaya, sudah ada pedoman protokoler kesehatan yang harus dilakukan selama melakukan aktivitas publik itu. "Hindari berbicara, ngobrol verbal saat bersepeda," tegas mantan Kasatpol PP Surabaya itu.
Tidak hanya saat mengayuh pedal, lanjutnya, saat istirahat di salah satu tempat sebaiknya juga menghindari saling berbicara. Tetap perketat jaga jarak.
Mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Surabaya juga memantau aktivitas warga kota yang banyak bersepeda. "Kalau ada yang tidak bermasker akan kena sanksi," tandas Irvan.
Mereka yang kedapatan tidak mengenakan masker akan didekati petugas Satpol PP dan petugas khusus. Pelanggar protokoler kesehatan ini akan berurusan dengan Liponsos.
Sanksinya, mereka akan memberi makan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berada di Liponsos Keputih, Surabaya, "Yang bandel tak bermasker, bisa diarahkan ke Liponsos lho. Mari bermasker di lingkungan publik," ajak Irvan.
Selain bermasker, ada baiknya untuk sementara, kalau terpaksa bersepeda berkelompok, sebaiknya bersama orang satu kampung. Atau orang yang sudah dikenal riwayat perjalanan di masa pandemi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bersepeda-tetap-pakai-masker.jpg)