Breaking News:

Berita Sidoarjo

103 Warga Sidoarjo Terserang Demam Berdarah (DB)

Selain covid-19, penyakit lain yang harus diwaspadai warga Sidoarjo adalah demam berdarah. Sebab, jumlahnya kini terus meningkat.

Penulis: M Taufik | Editor: Eben Haezer Panca
ist
ilustrasi nyamuk aedes aegepty penyebab demam berdarah 

SURYA.co.id | SIDOARJO – Selain covid-19, penyakit lain yang kini harus diwaspadai warga kabupaten Sidoarjo adalah demam berdarah

Pasalnya, jumlah warga yang terkena penyakit demam berdarah terus meningkat.

Sejak Januari hingga sekarang, terhitung sudah ada sekitar 103 warga Sidoarjo terkena demam berdarah. Dari jumlah itu, sudah ada dua orang yang meninggal dunia, yakni dari Krembung dan Medaeng. 

Secara keseluruhan, di Sidoarjo ada dua wilayah dengan pasien DB tertinggi. Yakni Sukodono 18 orang dan Waru 16 orang. Di sisi lain, ada wilayah yang masih hijau alias belum ditemukan warga yang terkena DB. Ada empat wilayah, Balongbendo, Kepadangan, Porong, dan Jabon.

“Ya, DB juga harus diwaspadai. Namun sejauh ini penanganannya berjalan lancar. Dan jika dibanding tahun lalu, jumlahnya masih lebihi sedikit. Semoga tidak bertambah lagi,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Syaf Satriawarman.

Menurutnya, penanganan pasien DB tidak terkendala meski rumah sakit harus menangani pasien covid-19 yang jumlahnya juga terus bertambah. Bahkan tujuh rumah sakit rujukan sekarang sudah overload kapasitasnya untuk penangan corona.

“Kondisi itu tidak berpengaruh terhadap penanganan pasien DB. Karena secara rata-rata, jumlah pasien DB juga melandai jika dibanding tahun sebelumnya. Termasuk jika dibanding data bulan Januari hingga Juni tahun lalu, tahun ini terhitung lebih sedikit,” kata dokter Syaf.

Tahun lalu, pada bulan Januari hingga Juni tahun terdapat 6 orag pasien DB meninggal dunia di Sidoarjo. Total kasus atau jumlah keseluruhan pasien pada periode tersebut mencapai 186 kasus. Turun jauh karena Januari hingga Juni 2020 ada 103 kasus dengan 2 pasien meninggal dunia.

Kendati demikian, antisipasi terkait penyebaran DB juga terus dilakukan. Yakni dengan terus berupaya memberantas sarang nyamuk.

"Pengecekan dan pemberantassan sarang nyamuk oleh Juru Pemantau Jentik (jumantik) terus dilakukan. Kita juga sudah ada layanan pelaporan dengan aplikasi si Butik untuk pemantauan di lapangan. Sehingga penanganan lebih cepat," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved