Breaking News:

We The Health

We The Health, Angkat Peran Penting Swasta dalam Peningkatan Pelayanan Kesehatan di Indonesia

Dengan telemedicine masyarakat tak perlu khawatir karena pelayanan kesehatan tetap bisa dilakukan meskipun harus di rumah saja

Foto Istimewa
Konferensi kesehatan digital pertama di Indonesia yang diselenggarakan oleh Lifepack. Konferensi tersebut dimoderatori oleh Natali Ardianto, Co-Founder & CEO Jovee dan Lifepack dan dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Bupati Trenggalek M Nur Arifin, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi Kementrian Kesehatan RI dr Slamet, serta Rico Mardiansyah dari Sehatpedia Kementerian Kesehatan RI. 

Ia mengaku, menggerakkan elemen masyarakat sudah dilakukannya sejak sebelum pandemi.

Masyarakat Trenggalek diimbau untuk rajin melaporkan kondisi kesehatannya ke pelayanan kesehatan setempat.

"Bagi masyarakat yang sehat akan kami beri poin, nah poin ini bisa ditukarkan jadi rupiah. Kalau sakit dibayar itu sudah biasa, tapi kalau sehat dibayar, ini yang mau kami tanamkan ke masyarakat," katanya.

Dengan menerapkan sistem demikian, Mas Ipin berharap upaya preventif terhadap penanggulangan penyakit bisa terkendali di wilayahnya.

Di lain pihak, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak mendukung upaya yang dilakukan oleh Bupati Trenggalek tersebut.

Pernah berpasangan dalam memimpin daerah yang sama sebagai bupati dan wakil bupati, Emil mengaku pernah memiliki rencana untuk membuat inovasi pelayanan kesehatan bersama Bupati Mas Ipin.

"Tenaga medis yang tersedia saat ini tidak sepadan dengan jumlah populasi. Ini akan menimbulkan masalah ketika banyak pasien yang harus ditangani seperti kondisi pandemi seperti saat ini," kata Emil saat mengisi acara di We The Health 2020.

Solusinya, kata Emil, adalah menggerakkan masyarakat supaya melakukan upaya preventif dengan rajin melakukan kontrol kondisi kesehatan.

"Jadi bukan ketika sudah sakit parah baru datang," ujarnya.

Oleh karena itu, Emil mengatakan 'Telemedicine' memegang peranan penting.

Di masa pandemi, Emil mengatakan, banyak orang khawatir saat ingin pergi ke rumah sakit.

Di lain pihak, dokter juga takut bertemu pasien tanpa protokol kesehatan yang tepat.

"Dengan telemedicine masyarakat tak perlu khawatir karena pelayanan kesehatan tetap bisa dilakukan meskipun harus di rumah saja," ujarnya. (*)

Penulis: Luthfi Husnika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved