Breaking News:

We The Health

Cara Ade Binarko Tanggapi Stigma Negatif Tentang Penyintas Kesehatan Mental

Ade Binarko founder komunitas sehatmental.id membagikan cara dirinya menanggapi stigma negatif tentang penyintas kesehatan mental

surya.co.id/akira tandika
Hasil tangkap layar konferensi digital We the Health via aplikasi Zoom, Sabtu (27/6/2020). Menampilkan Ade Binarko, founder komunitas sehatmental.id yang juga seorang penyintas kesehatan mental. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ade Binarko founder komunitas sehatmental.id membagikan cara dirinya menanggapi stigma negatif tentang penyintas kesehatan mental dalam konferensi digital We the Health yang digelar via aplikasi Zoom, Sabtu (27/6/2020).

Bagi Ade yang juga seorang penyintas kesehatan mental pada tahun 2014 silam, ia mengaku tak perlu mendengarkan atau menghiraukan stigma yang dibuat oleh masyarakat tersebut. Terutama yang membawa dampak negatif.

Awalnya, memang akan terasa berat. Stigma negatif yang diberikan masyarakat tentu seakan menyiksa.

Namun, bukan karena kita sedang sakit, kemudian menyerah begitu saja dengan keadaan.

"Untuk dapat terbiasa dengan stigma negatif tersebut memang agak susah, namun cara yang dulu saya lakukan adalah dengan menyadari bahwa apa yang kita suka tidak harus disukai orang lain," terangnya.

Ade mengatakan akan susah bagi kita menyamakan kesukaan dengan orang lain. Maka jalan yang dipilih adalah dengan tidak mendengarkan mereka.

Apabila, orang-orang yang memberikan stigma negatif itu merupakan orang sekitar kita, Ade mengatakan harus berani mengambil tindakan.

Maksudnya adalah dengan memotong atau memisahkan orang tersebut dari kehidupan kita.

Karena bagi Ade, orang seperti itu adalah toxic, yang mana bila dibiarkan, bukan tidak mungkin akan membuat kita makin tersiksa.

Terpenting, menurut Ade adalah tetap berjuang dan berusaha yang terbaik.

"Sampai sekarang, meski masih sering mendapat komentar negatif tentang kesehatan mental, saya tetap berusaha memberi edukasi sebagai seorang penyintas. Caranya, ya saya rajin speak up saja lewat media sosial," ungkapnya.

Ade mengatakan, apabila komentar yang didapat telah melewati batas, ia hanya akan memblokir orang tersebut.

Penulis: Akira Tandika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved