Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Strategi Risma Agar Tak Terjadi Krisis Ekonomi di Kota Surabaya saat Pandemi Covid-19

Dalam Perwali nomor 28 tahun 2020 juga sudah diatur 12 sektor agar menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin.

tribun jatim/yusron naufal putra
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat ditemui usai acara pengarahan Menkopolhukam selaku Wakil Ketua Pengarah Gugus Tugas Covid-19 kepada Gugus Tugas Covid-19 sekitar Surabaya Raya, Jumat (26/6/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Di tengah pandemi covid-19, pemerintah pusat menekankan agar sektor ekonomi juga diperhatikan.

Kondisi demikian juga dipahami Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini agar krisis ekonomi tak terjadi di Surabaya.

Risma menyebut, pihaknya bakal memaksimalkan transisi new normal agar upaya memotong mata rantai penyebaran Covid-19 selaras dengan upaya agar sektor ekonomi tidak anjlok.

"Yang kita lakukan, kenapa saya paksakan transisi new normal itu, memang protokolnya harus ketat," kata Risma, saat ditemui usai acara pengarahan Menkopolhukam selaku Wakil Ketua Pengarah Gugus Tugas Covid-19 Kepada Gugus Tugas Covid-19 sekitar Surabaya Raya yang berlokasi di salah satu hotel di Surabaya, Jumat (26/6/2020).

Risma menyebut segala sektor di Surabaya telah diminta untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Misalnya, mal dan hotel juga harus menerapkan protokol dengan disiplin.

Dalam Perwali nomor 28 tahun 2020 juga sudah diatur 12 sektor agar menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin.

Risma juga mengatakan, seluruh Dinas di Pemkot terus melakukan monitoring terhadap protokol kesehatan di segala sektor tersebut. Setiap hari pemantauan dilakukan.

Jika ditemukan tempat yang bandel, memang bakal diberi peringatan tegas atau bahkan bisa pencabutan izin.

"Ini kita turun ke lapangan. Ada evaluasinya setiap hari, diberikan peringatan oleh Dinas kalau dia enggak menerapkan protokol. Sampai toko emas kita cek, nanti kalau tiga kali izinnya tak cabut kalau dia nggak melakukan perbaikan," terang Risma.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved