Breaking News:

Berita Gresik

Resmi, Gus Yani Gandeng Ning Min Maju Pilkada Gresik 2020

Keseriusan Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani gandeng Aminatun Habibah atau Ning Min untuk maju dalam Pilkada serentak Gresik 2020 bukan isapan jempol

Surabaya.Tribunnews.com/Willy Abraham
Fandi Akhmad Yani Gus Yani menggandeng Aminatun Habibah atau Ning Min untuk maju dalam Pilkada serentak Gresik 2020. Mereka saat menemui sejumlah relawan perempuan penggerak perubahan di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jumat (26/6/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK - Keseriusan Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani menggandeng Aminatun Habibah atau Ning Min untuk maju dalam Pilkada serentak Gresik 2020 bukan isapan jempol.

Gus Yani getol melakukan sosialisasi ke masyarakat di Gresik dengan didampingi Ning Min.

Juru bicara Gus Yani, Sururi menyebut, Gus Yani maju dalam kontestasi Pilkada serentak 2020 bersama Ning Min sebagai wakilnya.

"Fix, Gus Yani bersama Ning Min," ujar Sururi, Jumat (26/6/2020).

Diketahui, hari ini Gus Yani bertemu sejumlah relawan perempuan penggerak perubahan yang digelar di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.

Politisi PKB ini mengaku, alasan menggandeng sosok perempuan karena selama ini kaum hawa hanya dijadikan komoditas politik pendulang suara yang hanya dibutuhkan saat gelaran pemilihan kepala daerah.

"Harus ada keterwakilan perempuan. Perempuan harus ikut berperan dalam membangun daerahnya," kata dia.

Gus Yani mengusung semangat perubahan. Sejumlah program telah disusun dan siap disosialisasikan kepada masyarakat.

Pihaknya optimis bersama Ning Min mampu memberikan peran kepada kaum perempuan untuk ikut berkontribusi membangun Gresik.

"Kita terus lakukan sosialisasi program tatap muka dan virtual kita lakukan," ucapnya.

Ning Min mengaku tidak menyangka bakal ikut maju mendampingi Gus Yani dalam Pilkada serentak pada 9 Desember mendatang.

Dia tak menampik, jika banyak kolega yang masih kaget bahwa dirinya maju bersama Gus Yani.

"Saya serius maju bahkan program bagus untuk kaum perempuan sudah kami siapkan demi Gresik baru," kata Ning Min.

Perempuan yang juga keturunan pendiri Ponpes Qomaruddin Bungah itu menyebut selama ini pemerintah daerah kurang perhatian dengan isu perempuan. Seperti belum ada regulasi yang mengatur agar kaum perempuan tidak bekerja pada malam hari. Perda yang melindungi kaum perempuan terutama yang menjadi pegawai di pabrik dan sektor lain.

"Sampai saat ini saya lihat belum ada perda yang mengatur itu," pungkasnya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved