GoRide dan GoCar Uji Coba Penggunaan Sekat Pelindung
GoRide dan GoCar mengujicoba penggunaan sekat pelindung dalam layanan GoRide dan GoCar untuk meminimalisir peluang penularan covid-19.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Gojek Indonesia mulai melakukan uji coba penggunaan sekat pelindung yang berfungsi meminimalisir penyebaran virus melalui droplet. Sekat pelindung dipasangkan pada armada GoRide dan roda-empat GoCar.
"Fasilitas ini menjadi bagian dari inovasi kesehatan Gojek ini merupakan standar baru layanan Gojek, sehingga pengguna dan mitra tidak dikenakan biaya tambahan," kata Leo Wibisono, VP Strategic Regional Head Gojek wilayah Jatim & Bali Nusra, Jumat (26/6/2020).
Inovasi sekat pelindung ini melengkapi kesigapan Gojek menjalankan operasional layanan transportasi di kota Surabaya dan wilayah-wilayah lainnya.
Gojek mewajibkan mitra driver dan penumpang menggunakan masker selama perjalanan serta menggunakan helm dengan benar, bagi mitra untuk membawa hand sanitizer dan melakukan desinfeksi kendaraan secara rutin; serta membatasi operasional GoRide di area yang ditetapkan sebagai wilayah pengendalian ketat berskala lokal.
Terkait dengan penggunaan sekat pelindung ini, hadir Jeffry Johannes, Regional Operation Head wilayah Jatim & Bali Nusra, AKBP Hartoyo, Wakapolrestabes Surabaya, Boy Arno Head, Government Relations wilayah Jatim & Bali Nusra, AKBP Teddy Chandra, Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKP Christopher A, Lebang, Kapolsek Wonokromo, Tunjung Iswandaru, Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dishub Kota Surabaya, dan Sunoto - Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Surabaya. Mereka memberikan sekat secara simbolis kepada mitra GoRide dan GoCar di kantor Gojek kota Surabaya.
“Gojek sepakat dengan Pemerintah bahwa bagaimanapun keamanan, kesehatan dan kebersihan harus tetap menjadi perhatian utama di masa pandemi ini," ungkap Leo.
Lewat uji coba sekat pelindung di GoRide dan GoCar itu, pihaknya mencari solusi teraman bagi mitra sehingga dapat tetap membantu masyarakat untuk bermobilitas sesuai dengan protokol kesehatan.
Leo menambahkan, setelah uji coba ini, pihaknya akan meneruskan masukan yang didapat di lapangan dari mitra driver maupun penumpang.
"Sehingga nantinya, tercipta suatu standar yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan riil ditinjau dari aspek kesehatan, maupun keamanan dan kenyamanan saat berkendara di jalan," jelas Leo.
Mengapresiasi inovasi serta kehati-hatian Gojek dalam menyiapkan layanan transportasi yang aman, AKBP Hartoyo, Wakapolrestabes Surabaya mengapresiasi inisiatif yang telah Gojek lakukan.
"Kehati-hatian yang dilaksanakan untuk memberikan layanan teraman serta protokol kesehatan yang ketat, merupakan kunci keberhasilan kita melewati masa transisi, menuju masyarakat yang sehat, aman, dan produktif," ungkap Hartoyo.
Menurutnya, dengan inisiatif seperti ini, masyarakat akan merasa aman untuk menggunakan layanan GoRide di masa pandemi. Dimana langkah-langkah ekstra sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah penyebaran COVID-19.
“Apa yang telah dilakukan oleh pemerintah dan operator transportasi tetap membutuhkan peran serta masyarakat selaku pengguna layanan. Diharapkan masyarakat juga menerapkan protokol kesehatan seperti membawa helm sendiri dan mengenakan masker,” lanjut Hartoyo.
Sekat pelindung pada GoRide akan diimplementasikan secara bertahap di kota-kota operasional utama di Indonesia. Selebihnya, sebanyak 15.000 sekat pelindung pada GoCar akan siap dipasang secara bertahap mulai pertengahan Juni, setelah sebelumnya terpasang pada lebih dari 1.000 armada di Jakarta dan Semarang.
Di luar penerapan sekat pelindung pada layanan transportasi, protokol kesehatan juga mencakup layanan Gojek lainnya, sebagai standar baru yang memprioritaskan keamanan, kesehatan, dan kebersihan seluruh pengguna serta mitra saat beraktivitas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/sekat-pelindung-gocar.jpg)