Breaking News:

Berita Tuban

Di Tuban, Mentan Syahrul Yasin Limpo Jelaskan Alasan Pelarangan Beredarnya Jamur Enoki di Indonesia

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menjelaskan alasan pelarangan jamur Enoki yang akhir-akhir ini jadi perbincangan

SURYA.CO.ID/M Sudarsono
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menganggapi larangan jamur enoki masuk Indonesia, saat berkunjung di Kabupaten Tuban, Jumat (26/6/2020) 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menjelaskan alasan pelarangan jamur Enoki yang akhir-akhir ini jadi perbincangan.

Jamur yang banyak digunakan masak untuk negara Korea Selatan dan Jepang itu tidak boleh beredar di Indonesia, hal itu dikarenakan jamur tersebut mengandung bakteri.

"Dilarang karena mengandung bakteri," Kata Menteri Pertanian saat kunjungan di Kabupaten Tuban, Jumat (26/6/2020).

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu menjelaskan, jamur asal Korea Selatan itu mengandung bakteri berdasarkan hasil lab dari Badan Ketahanan Pangan.

Hasil Lab menunjukkan jamur tersebut terkontaminasi bakteri Listeria Monocytogenes.

Oleh karena itu, jamur Enoki tidak boleh masuk di Indonesia.

Ini bukan terjadi di Indonesia saja, tapi juga di Australia dan beberapa negara lain.

"Kami stop masuk ke Indonesia untuk jamur Enoki, alasannya karena mengandung bakteri itu," pungkasnya.

Dikutip dari kompas.com melansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), bakteri Listeria monocytogenes bisa menyebabkan Listeriosis.

Listeriosis merupakan infeksi serius yang umumnya disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes.

Listeriosis rentan bagi ibu hamil dan bayinya, orang dewasa berusia 65 tahun ke atas serta orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Penyakit ini dapat menyebabkan infeksi parah pada aliran darah berupa timbulnya sepsis atau menimbulkan masalah pada otak dengan menyebabkan meningitis atau ensefalitis.

Infeksi akibat bakteri listeria terkadang juga memengaruhi bagian tulang, sendi, bagian dada dan perut

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved