Breaking News:

Berita Tuban

Berkunjung ke Tuban, Mentan Syahrul Yasin Limpo Ungkap Syarat untuk Dapat Jatah Pupuk Bersubsidi 

Di sela kunjungannya di Kabupaten Tuban, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan terkait ketersediaan pupuk bersubdisi.

surya.co.id/m sudarsono
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berkunjung di Kabupaten Tuban, Jumat (26/6/2020). 

SURYA.co.id | TUBAN - Alokasi pupuk bersubsidi kerap dikeluhkan oleh para petani di Kabupaten Tuban.

Di sela kunjungannya di Kabupaten Tuban, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan terkait ketersediaan pupuk bersubdisi.

"Kita bertahan dengan jatah pupuk yang ada, tapi pasti tidak cukup kan," kata Syahrul Yasin Limpo (SYL), Jumat (26/6/2020).

Dia menjelaskan, alokasi maupun pendistribusian pupuk tetap dilakukan sesuai standar.

Menurut Mentan jatah pupuk subsidi adalah petani yang memiliki lahan di bawah 2 hektare.  

Masyarakat atau petani yang saat ini menggunakan cara organik harus terus didorong untuk mengambil peranan.

Ini tidak berarti Kementan akan mengurangi pupuk, tapi akan berusaha mempertahankan pupuk dengan jatah yang ada. 

Oleh karena itu, pemerataan harus dilakukan di semua wilayah dan pasti tidak semuanya kena. 

"Pembagian pupuk (pupuk subsidi) harus diratakan, yang dapat harus yang memiliki lahan di bawah 2 hektare, di atas kepemilikan itu tidak boleh," pungkasnya.

Dikutip dari kompas.com selama dua tahun terakhir jatah pupuk bersubsidi menurun.

Tahun 2020, Kementan menargetkan distribusi 7.949.303 ton pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia.

Untuk pupuk bersubsidi jenis Urea, SP-36, ZA, NPK, NPK Formula Khusus, dan Organik, telah terdistribusi mencapai 46,27 persen, per 17 Mei.

Sedangkan di tahun 2019 untuk jatah pupuk bersubsidi lebih tinggi yaitu sebesar 9,55 juta ton.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved