Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Belajar New Normal di Sekolah dari China: Treatment sebelum Masuk, Siswa Dilarang Keluar Jajan

Mr. Zhang memaparkan, pada kondisi new normal terdapat treatment khusus sebelum siswa, guru, dan staff memasuki sekolah atau kampus.

surya.co.id/zainel arif
Dosen International Business Management - International Class, Felicia Bella Kurniawan, S.E., M.Sc menerjemahkan paparan Mr. Hongqiang Zhang, Ph.D, International Coorperative Programme dari Guangdong Lingnan Institute of Tehnology via melalui sambungan DingTalk, Jumat (26/6/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Yayasan Ciputra Pendidikan melakukan diskusi untuk menimba ilmu New Normal dari Negara China yang telah melakukannya di sekolah hingga universitas.

Diskusi dengan narasumber Mr. Hongqiang Zhang, Ph.D, International Coorperative Programme dari Guangdong Lingnan Institute of Tehnology ini digelar melalui sambungan DingTalk,  Jumat (26/6/2020). 

Para peserta terdiri dari jajaran pelaksana pendidikan mulai  Play Group hingga Universitas antusias mengikuti sesi benchmarking untuk mengetahui rahasia China menerapkan pembelajaran tatap muka.

Sedang moderator sekaligus translator kegiatan ini Felicia Bella Kurniawan, S.E., M.Sc.

Dalam kesempatan kali ini, Mr. Zhang memaparkan, pada kondisi new normal terdapat treatment khusus yang harus dilakukan sebelum siswa, guru, dan staff memasuki  sekolah atau kampus, salah satunya 14 hari sebelum masuk sekolah.

Setiap civitas akademika wajib memberikan laporan suhu badan tiap harinya.

Setelah itu pengamatan akan dilakukan setelah 14 hari masuk sekolah.

Executive Board dari Yayasan Ciputra Pendidikan, Dr. Ir. Denny Bernardus, M.M. mengatakan belajar dari China yang sudah terlebih dahulu mengalami new normal dan berhasil menekan angka covid 19 adalah hal sangat penting.

"Ya tentu saja pelaksanaannya kita sesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Sangat menarik saat Mr. Zhang sempat menyebutkan setelah masuk sekolah, siswa tidak diperkenankan keluar untuk beli makanan. Delivery pun tidak boleh,” kata Denny.

Sementara itu, Rektor Universitas Ciputra, Ir. Yohannes Somawihardja, M.Sc. menyatakan  sepakat dengan Denny Bernardus dalam hal menyiapkan prosedur New Normal aman bagi anak didik. 

“Universitas Ciputra antusias untuk belajar dari China. Sambil menunggu panduan dari pemerintah, ada beberapa hal yang kami siapkan, namun kami coba gali ilmu dari yang lebih dulu berhasil,” terang Yosoma sapaan akrab Ir. Yohannes Somawihardja, M.Sc. 

Penulis: Zainal Arif
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved