Buah Arbei yang Tumbuh Liar di Indonesia Ternyata Bisa Cegah Penuaan, Juga antioksidan

Jenis tanaman rubus ini memiliki aktivitas antioksidan, antielastase, antitirosinase, antikolagenase, anti-UV hingga antiaging atau anti-penuaan.

kompas.com/shutter stock
Buah Arbei 

SURYA.co.id I JAKARTA - Sebuah temuan muncul dari penelitian Yesi Desmiaty, mahasiswi Program Studi Doktor Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI).

Penelitian menemukan buah Arbei yang selama ini tumbuh liar di banyak pegunungan di Indonesia, ternyata berkgasiat mencegah penuaan.

Buah ini mirip berry merah dengan rasa manis agak asam. Buah arbei banyak dijumpai di daerah wisata berhawa dingin di Jawa Barat, seperti di daerah Cibodas dan Tangkuban Perahu.

Yesi Desmiaty, mahasiswi Program Studi Doktor Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) meneliti manfaat dua jenis buah arbei, Rubus fraxinifolius dan Rubus rosifolius.

Dalam rilisnya, Kamis (25/6/2020), dijelaskan kandungan buah arbei bermanfaat sebagai antioksidan dan pencegahan penuaan dini, sehingga dapat digunakan dalam pengembangan kosmetik.

Yesi mengatakan beberapa jenis tanaman rubus ini memiliki aktivitas antioksidan, antielastase, antitirosinase, antikolagenase, anti-UV hingga antiaging atau anti-penuaan yang kuat.

Bahkan, tanaman ini juga memiliki kandungan fitokimia utama, yaitu senyawa terpenoid, polifenol, dan flavonoid.

Penelitian yang dilakukannya sebagai disertasi ini dilakukan dengan meneliti bagian batang, buah dan daun dari kedua tanaman arbei tersebut.

Hasil pengamatan menunjukkan ekstrak metanol pada daun R. fraxinifolius memiliki aktivitas antielastase dan antioksidan tertinggi.

Dalam penelitian berjudul Telaah Aktivitas Antiaging Secara in vitro Pada Ekstrak dan Isolat Teridentifikasi dari Rubus fraxinifolius dan Rubus rosifolius, ini diperoleh senyawa dengan struktur baru.

Selain itu, isolat yang memiliki aktivitas anti-penuaan dan dapat dimanfaatkan dalam pengembangan kosmetik dari bahan alam. Riset yang dilakukan Yesi telah menjadi salah satu prospek pengembangan penemuan baru bahan alam untuk mencegah penuaan kulit.

Editor: Suyanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved