Breaking News:

Alasan Gojek Lakukan Reorganisasi dan Penghentian Sejumlah Layanan

Bersamaan dengan penetapan strategi perusahaan ke depan, manajemen Gojek juga mengumumkan dua keputusan penting lainnya.

foto: gojek indonesia untuk surya.co.id
Sejumlah driver gojek melintas di jalanan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Aplikator besutan anak bangsa, Gojek, memutuskan untuk memperkuat bisnis inti perusahaan mengingat dampak layanan tersebut sangat luas di masyarakat.

Keputusan yang diumumkan perusahaan melalui 16 sesi town hall meeting secara internal kepada karyawan, sebagai bagian dari langkah jangka panjang Gojek dalam menghadapi pandemi Covid 19, Rabu (24/6/2020).

"Bisnis inti yang akan jadi fokus Gojek ke depan adalah bisnis transportasi, pesan-antar makanan dan uang elektronik," kata Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo, CoCEO Gojek dalam surat kepada karyawan.

Bersamaan dengan penetapan strategi perusahaan ke depan, manajemen Gojek juga mengumumkan dua keputusan penting lainnya.

Yakni, terkait penghentian sejumlah layanan non-inti yang terdampak pandemi dan restrukturisasi organisasi secara menyeluruh dalam rangka optimalisasi pencapaian pertumbuhan.

Pengumuman tersebut sengaja disampaikan secara langsung oleh kedua co-CEO Gojek kepada karyawan di tiap divisi hari ini supaya pesan dapat disampaikan lebih personal sekaligus memberikan kesempatan kepada karyawan untuk  berdialog dengan pihak manajemen.

“Kita harus merespons apa yang terjadi di luar sana dan meningkatkan fokus untuk membangun bisnis yang kokoh, lebih efisien yang dapat terus bertahan seiring dengan berjalannya waktu dan tetap relevan dengan kondisi yang ada," ungkap keduanya.

Fokus pada layanan inti, menghentikan layanan yang tidak dapat bertahan di tengah pandemi, dan mengambil keputusan berani untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan prioritas pelanggan.

"Kami memohon maaf sebesar-besarnya, kami harus mengambil keputusan sulit untuk kita dapat mengimplementasikan hal ini,” lanjut Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo.

Lebih lanjut mengenai penghentian layanan non-inti, Gojek akan mulai meniadakan layanan GoLife, meliputi layanan GoMassage dan GoClean.

Selain itu GoFood Festival yang merupakan jaringan pujasera GoFood di sejumlah lokasi.

Atas kondisi tersebut, Gojek terpaksa merumahkan sebanyak 430 karyawan (setara 9 persen dari total karyawan) sebagian besar berasal dari divisi yang terkait dengan GoLife dan GoFood Festival.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved