Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Korban Virus Corona Terus Bertambah, RSUD Dr Soetomo Tambah Bed Ruang Perawatan

Lantaran pasien Covid-19 terus bertambah, kapasitas bed penanganan Covid-19 di RSUD dr Soetomo akan ditambah hingga kapasitas totalnya menjadi 200 bed

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Direktur RSUD dr Soetomo, Joni Wahyuhadi. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Direktur RSUD dr Soetomo, Joni Wahyuhadi mengatakan bahwa seiring dengan terus bertambahnya pasien virus Corona (Covid-19) yang dirawat di rumah sakitnya, rumah sakit rujukan utama penanganan Covid-19 Jawa Timur itu kini tengah menambah bed.

Lantaran overload, kapasitas bed penanganan Covid-19 di RSUD dr Soetomo akan ditambah hingga kapasitas totalnya menjadi 200 bed ruang intensive care dan high care bertekanan negatif.

Karena, per hari Rabu (24/6/2020) ini, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD dr Soetomo sudah mencapai 239 orang.

Pasien tersebut terdiri dari pasien yang ada di intensive care, high care dan low care. Dan sejak bulan Maret lalu, total pasien Covid-19 yang dirawat di sana mencapai 977 pasien.

Tidak hanya itu, agar menghindari overload, RSUD dr Soetomo juga akan segera memindahkan pasien berkondisi sedang dan ringan ke RS Lapangan di Jalan Indrapura dan tak akan lagi menerima pasien Covid-19, kecuali berkondisi berat.

"Hari-hari ini Rumah Sakit Soetomo sedang berbenah. Berbenahnya untuk apa, ya sebenarnya untuk menata agar lebih baik lagi pelayanannya. Apa yang kita lakukan untuk membenahi UGD, membenahi alur dan ruang perawatan. Ruang perawatan kita siapkan untuk perawatan khusus semua bertekanan negatif dari range 1 sampai 5," kata Joni, Rabu (24/6/2020).

Ia juga mengatakan, dalam dua hingga tiga minggu ke depan pembenahan ruang perawatan ini akan selesai.

Sehingga total ruang perawatan Covid-19 seluruhnya untuk high care dan intersive care akan berjumlah 200 bed.

Sebab sejauh ini RSUD dr Soetomo juga masih memiliki ruang perawatan untuk pasien Covid-19 yang low care.

Ruang low care ini yang akan segera dimodifikasi menjadi intensive care dan high care.

"Jadi RS kami akan dedikasikan untuk pasien berat. Kalau sudah membaik kita kirim ke Rumah Sakit Indrapura," tegasnya.

Menurutnya jika pasien di RSUD dr Soetomo membludak maka akan membuat risiko ke tenaga kesehatan.
Dan berdasarkan pengalaman yang ada, petugas keteteran jika semua pasien Covid-19 dirujuk ke Soetomo.

"Jadi kami berpengalaman ketika banyak sekali pasien yang masuk akan membuat rumah sakit itu keteteran dan mengakibatkan beberapa tenaga kami terpapar. Karena satu pasien datang untuk proses diagnostik itu perlu tiga jam. Kalau makin banyak pasien, maka kemungkinan yang tertular juga akan meningkat," tegasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved