Breaking News:

Berita Gresik

Aplikasi Giri Indera Samudra Pantau Aktivitas Kepelabuhanan di Kawasan Pelabuhan Gresik

Pada tahap awal difokuskan pada pengawasan kegiatan kepelabuhanan berbasis Sistem Informasi Geografis di Pelabuhan Gresik

surya.co.id/willy abraham
KSOP Gresik, R. Totok Mukarto (kanan) saat memberikan piagam penghargaan usai acara peluncuran aplikasi GIS di Kantor KSOP kawasan Pelabuhan Gresik, Rabu (24/6/2020). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Gresik, Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub secara virtual meluncurkan Aplikasi Program Pengawasan Kegiatan Kepelabuhanan bernama Giri Indera Samudra (GIS).

Peluncuran dilakukan secara virtual secara virtual melalui Aplikasi online Meeting yang diikuti perwakilan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik, Rabu (24/6/2020).

Para Pejabat di Lingkungan Ditjen Perhubungan Laut, para Kepala UPT di Wilayah Jawa Timur, Instansi Pemerintah dan Stakeholder terkait di wilayah Gresik, para pimpinan TUKS dan Asosiasi di Wilayah Gresik turut hadir di Kantor KSOP kawasan Pelabuhan Gresik.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R Agus H. Purnomo menyebut peluncuran program pengawasan kegiatan kepelabuhanan di Kawasan Pelabuhan Gresik ini merupakan yang pertama kali dan menjadi pilot project bagi pengawasan kegiatan kepelabuhanan secara online di Indonesia.

Pada tahap awal difokuskan pada pengawasan kegiatan kepelabuhanan berbasis Sistem Informasi Geografis di Pelabuhan Gresik dan ke depannya akan segera diberlakukan secara nasional serta terintegrasi dengan sistem pelayanan yang sudah ada seperti Inaportnet.

Di era industri 4.0, terobosan ini dinilai sangat tepat di mana Kantor KSOP Kelas II Gresik selaku regulator di pelabuhan Gresik telah memanfaatkan Teknologi Informasi dalam memberikan pelayanan dan pengawasan kegiatan kepelabuhanan melalui CCTV yang terintergrasi pada sebuah ruang kontrol di Kantor KSOP Kelas II Gresik.

“Peluncuran Aplikasi GIS ini sangat tepat, mengingat keterbatasan sumber daya manusia dan cakupan area pengawasan yang sangat luas di wilayah Pelabuhan Gresik sehingga langkah ini diharapkan akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih mudah, efektif, dan efisien,” ujarnya.

Sementara Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Gresik, R. Totok Mukarto menyampaikan bahwa program Aplikasi GIS ini merupakan program aksi perubahan dari Kepala Kantor KSOP Kelas II Gresik yang bertemakan Peningkatan Pelayanan dan Pengawasan Kegiatan Kepelabuhanan Berbasis Sistem Informasi Geografis di Pelabuhan Gresik.

Menurut Totok, saat ini di wilayah Pelabuhan Gresik terdapat 12 Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) dan 4 Badan Usaha Pelabuhan (BUP).

Untuk TUKS dimaksud antara lain PT. Jasa Mulia Abadi raya, PT. Sumber Mas Indah Plywood, PT. Indonesia Marina Shipyard, PT. Wilmar Nabati Indonesia, PT. Semen Indonesia, PT. Delta Artha Bahari Nusanatara, PT. Pembangkitan Jawa Bali, PT. Pertamina Bintumen Gresik, PT. Petrokimia Gresik, PT. Smelting, PT. Karya Indah Alam Sejahtera, PT. Orela Shipyard. Sedangkan Badan Usaha Pelabuhan adalah PT. Pelindo III Cabang Gresik, PT. Gresik Jasa Tama, PT. Siam Maspion Terminal dan PT. Berlian Manyar sejahtera.

“Dengan melihat banyaknya Terminal Untuk Kepentingan Sendiri dan Badan Usaha Pelabuhan di wilayah kerja Kantor KSOP Kelas II Gresik, serta sumber daya manusia yang minim, maka KSOP Kelas II Gresik melakukan terobosan guna memaksimalkan pengawasan kegiatan kepelabuhan pada TUKS dan BUP guna pelayanan yang lebih baik,” tutup Totok.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved