Breaking News:

Berita Surabaya

Pil Ini Efeknya Lebih Bahaya dari Pil Koplo, Pengedar Sasar Para Pelajar di Surabaya dan Sidoarjo

Pemasok pil Yarindo ditangkap setelah polisi melakukan pengembangan peredaran inex dalam kemasan es krim dan sabu 7 kilogram beberapa waktu lalu.

SURYA.CO.ID/Firman Rachmanudin
Barang bukti pil Yarindo yang diamankan oleh polisi 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Interogasi polisi kepada pengedar pil Yarindo di Surabaya-Sidoarjo mengarah pada seorang pelaku bernama Bambang Eko Purnomo (40) warga Surowongso, Gedangan Sidoarjo.

Bambang ditangkap setelah polisi melakukan pengembangan peredaran ineks dalam kemasan es krim dan sabu 7 kilogram beberapa waktu lalu.

Dalam jaringan ini, Bambang merupakan pemasok atau pengedar pil Yarindo di wilayah Surabaya - Sidoarjo.

"Pelaku ini residivis. Kasus narkoba," kata Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian, Selasa (23/6/2020).

Hasil penyidikan, pil berlogo huruf Y dengan tanda titik di atas itu dipesan oleh Bambang kepada bandar di wilayah Jakarta.

Selanjutnya, transaksi dilakukan dengan sistem kepercayaan dan barang dikirim menggunakan jasa ekspedisi darat.

Kepada polisi, Bambang mengaku mengedarkan pil tersebut kepada pengecer kecil di bawahnya yang kini sedang dalam pengembangan.

Pil itu nantinya akan dikonsumsi oleh pelajar dan kalangan muda dengan status ekonomi menengah ke bawah.

"Harganya hampir sama dengan pil koplo jenis dobel L. Agak mahal sedikit karena memang efeknya lebih bahaya," tandas Memo.

Bambang ditangkap bersama tiga orang yang disinyalir pernah melakukan transaksi dan pesta sabu bersamanya.

Kedua lainnya adalah Aris Saputro (21) warga Gedangan Sidoarjo dan Heru Asjiono (38) warga Buduran Sidoarjo.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved