Breaking News:

Berita Kota Batu

Pemkot Batu Kembali Janjikan Insentif Tenaga Kesehatan Segera Cair

Insentif yang menjadi hak tenaga kesehatan di Kota Batu rencananya cair pekan ini. Total anggaran yang dikeluarkan Pemkot Batu sebesar Rp 6,8 miliar.

surya.co.id/m sudarsono
Ilustrasi 

SURYA.co.id | KOTA BATU – Insentif yang menjadi hak tenaga kesehatan di Kota Batu rencananya cair pekan ini.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batu, M Chori menerangkan, Pemerintah Kota Batu menggunakan APBD Batu untuk membayar 528 tenaga kesehatan. Sedangkan 30 tenaga kesehatan lainnya menunggu kejelasan dari pemerintah pusat.

“Dalam minggu ini mereka akan mendapatkan haknya. Sudah diverifikasi oleh bagian keuangan dan tinggal menunggu saja,” ujar Chori.

Ada 30 tenaga kesehatan yang mendapatkan insentif dari pemerintah pusat tidak akan mendapatkan insentif tambahan dari APBD.

Dirinci oleh Chori, anggaran insentif penanganan Covid-19 untuk 51 dokter spesialis. Dokter spesialis akan menerima Rp 7 juta. Lalu ada 246 dokter umum yang akan menerima Rp 4,5 juta dan 774 perawat mendapat Rp 3 juta.

Ada 810 tenaga kesehatan lainnya yang akan mendapatkan Rp 3 juta dan 396 tenaga non kesehatan mendapat Rp 1,5 juta.

Total anggaran yang dikeluarkan Pemkot Batu sebesar Rp 6,8 miliar.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Batu, dr. Yuni Astuti membeberkan berdasarkan keputusan menteri kesehatan, masing-masing Puskesmas hanya mendapat jatah enam orang tenaga kesehatan saja. 

Sementara tenaga kesehatan lainnya akan diberi insentif melalui BTT.

Di Batu, ada 5 Puskesmas yang masing-masing telah mengajukan nama 6 dokter untuk mendapatkan insentif dari pusat. Itulah sebabnya ada 30 orang tenaga kesehatan yang mendapat insentif dari pusat. Sedangkan tenaga kesehatan lainnya mendapatkan insentif dari APBD.

“Kan tenaga kesehatan banyak. Nah, agar semuanya dapat, maka yang tidak bisa diajukan ke pemerintah pusat dianggarkan di daerah,” katanya.

Insentif untuk tenaga kesehatan sempat menjadi sorotan DPRD Batu. Anggota DPRD Batu, Didik Machmud menerangkan ada anggaran Rp 33 M yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT). Dari banyaknya anggaran tersebut, yang paling disesalkan Didik adalah belum cairnya insentif bagi tenaga medis di Kota Batu.

“Padahal, tenaga medis sudah bekerja sejak 16 Maret 2020,” keluh Didik beberapa waktu lalu. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved