Virus Corona di Semarang

Pesta Pernikahan Berakhir Pilu, Satu per Satu Keluarga Tertular Covid-19, Ibu Meninggal Ayah Kritis

Pesta pernikahan mempelai di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) di tengah pandemi Virus Corona atau COVID-19 berakhir pilu.

Editor: Tri Mulyono
Istimewa
Ilustrasi Pesta Pernikahan Berakhir Pilu di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Satu per Satu Keluarga Tertular Covid-19, Ibu Meninggal dan Ayah Mempelai Kritis. 

SURYA.CO.ID, SEMARANG -  Pesta pernikahan mempelai di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) di tengah pandemi Virus Corona atau COVID-19 berakhir pilu.

Satu per satu keluarga pengantin tertular Covid-19.

Update terbaru, ibu sang mempelai meninggal dunia dan ayahnya kritis.

Diduga Potong Bansos COVID-19 Rp 200.000, Kasun di Tulungagung Lengser Setelah Jabat 20 Tahun

Satu Keluarga di Sawahan Nganjuk Terkonfirmasi Positif Covid-19, Satu di Antaranya Masih Balita

Update Virus Corona di Surabaya dan Jatim, 22 Juni 2020: Pasien Covid-19 Tambah 143, Sembuh 36 Orang

Sambut New Normal, Sejumlah Tempat Karaoke dan Hiburan Malam di Surabaya Siapkan Protokol Kesehatan

FAKTA TERBARU Saepul Bahri Bisa Nikahi 2 Wanita Sekaligus, Terungkap Alasan Mereka Mau Dimadu

Seperti dilaporkan Kompas.com, warga Kota Semarang nekat menggelar pesta pernikahan tanpa menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Mereka juga melanggar ketentuan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM).

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memberikan keterangan terkait warganya yang nekat mengadakan pesta pernikahan.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan, banyak di antara mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah dilakukan tracing.

Hendi sapaan akrabnya membenarkan bahwa ada warga Semarang yang menggelar pesta pernikahan.

Ia menambahkan, pesta pernikahan itu terjadi sekitar pertengahan Juni 2020.

Namun, Hedi menuturkan, pernikahan itu dilakukan tidak sesuai prosedur seharusnya di tengah pandemi virus corona.

"Kejadian empat hari yang lalu ada pernikahan yang tidak sesuai dengan protokol kesehatan karena lebih dari 30 orang," kata Hendi, Sabtu (20/6/2020).

Acara pernikahan bukannya berakhir bahagia, tetapi justru berujung duka.

Sebab, setelah pesta pernikahan, satu per satu keluarga mengalami sakit, kritis hingga meninggal dunia.

Lebih lanjut, Hendi tidak menyampaikan secara rinci jumlah tamu undangan dan tempat acara pernikahan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved