PT PLN UIT JBTB

Layang-Layang Ganggu Jaringan Transmisi SUTT/SUTET PLN Seminggu 3 Kali

"Terutama layang-layang jenis lowongan atau yang berukuran besar," kata Suroso, General Manager PLN UIT JBTB, Minggu (20/6/2020).

foto: PLN UIT JBTB
Layang-layang yang diamankan petugas PLN UIT JBTB karena telah mengganggu jaringan transmisi SUTT/SUTET.  

SURYA.co.id | SURABAYA - PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBTB) mencatat gangguan jaringan transmisi jalur Tegangan Tinggi 70kV atau 150 kV dan Tegangan Ekstra Tinggi 500 kV (SUTT/SUTET) tiga kali dalam seminggu.

Gangguan itu berasal dari layang-layang yang tersangkut di kabel.

"Terutama layang-layang jenis lowongan atau yang berukuran besar," kata Suroso, General Manager PLN UIT JBTB, Minggu (20/6/2020).

Diakui Suroso, bermain layang-layang merupakan tradisi yang memang harus dilestarikan. Apalagi di musim angin saat ini, yang selalu menarik orang untuk bermain layang-layang.

"Tetapi faktor kecepatan angin, kemampuan mengendalikan layang-layang serta lokasi bermain layang-layang yang dekat jaringan listrik, tentunya menimbulkan risiko bahaya," ungkap Suroso.

Gangguan tersebut terjadi SUTET jalur Paiton - Grati pada hari Senin, 15 Juni 2020. Kemudian gangguan SUTT jalur Tulungagung - Trenggalek pada Kamis, 17 Juni 2020 pada pukul 17.11 WIB dan hari ini Minggu, 21 Juni 2020 gangguan SUTT jalur Kertosono - Ploso pada pukul 06.14 WIB.

Sebelumnya tim Pemeliharaan telah mengamankan potensi gangguan akibat layang-layang di jalur SUTT GI Krian tepatnya di Mulung, kecamatan Driyorejo, Gresik pada Kamis, 18 Juni 2020.

"Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa bermain layang- layang (khususnya jenis sowangan) ataupun balon udara memiliki risiko tinggi tersangkut pada tower/jalur transmisi PLN," tegas Suroso.

Sebaiknya bermain layang-layang di area yang jauh dari jaringan instalasi PLN.

Selain itu, pihaknya juga berkerjasama dengan aparat Pemerintah Daerah yang dilalui jalur SUTT / SUTET, aparat keamanan serta Dinas terkait guna mengoptimalkan upaya pencegahan gangguan akibat layang-layang dan balon udara.

Sosialisasi rutin ke masyarakat baik secara langsung maupun media massa juga turut dilaksanakan.

Mengacu Peraturan Menteri ESDM No 02 Tahun 2019, di antaranya disebutkan dilarang bermain layang-layang dengan menggunakan benang konduktif, di sekitar jalur transmisi (SUTET/SUTT).

Hal ini dapat membahayakan keselamatan jiwa dan dapat mengganggu kontinuitas penyaluran listrik kepada masyarakat.

"Kami harapkan pengertian dan kerjasama dari semua pihak khususnya warga masyarakat di daerah yang dekat dengan jalur transmisi untuk menjaga keamanan instalasi jaringan listrik dengan tidak bermain layang-layang atau balon udara di dekat tiang listrik PLN," jelas Suroso.

Hal itu agar pasokan jalur transmisi PLN dan suplai energi listrik kepada pelanggan tetap aman.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved