Berita Jawa Timur
30 Perawat di Jawa Timur Masih Dalam Perawatan Karena Covid-19
Sekitar 30 perawat dari 110 perawat di Jatim yang terpapar covid-19, saat ini sedang dalam penanganan medis.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Sekitar 30 perawat di Jatim saat ini sedang dalam penanganan medis akibat terpapar Covid-19.
Ketua DPW Persatuan Persatuan Perawat Indonesia(PPNI) Jawa Timur, Prof Nursalam MNurs menyebut total perawat di Jatim yang telah terpapar Covid-19 sebanyak 110 orang.
"Angka pasti yang masih dirawat belum dapat, sekitar 30-an. yang lain sudah sembuh, tujuh meninggal,"urainya dikonfirmasi.
Para perawat yang masih dalam perawatan tersebut kini kondisinya mulai membaik.
Sementara perawat terakhir yang meninggal akibat Covid-19 ini adalah Sri Agustin, perawat bagian poliklinik eksekutif RSU Sidoarjo.
"Bu Titin (sapaan Sri Agustin) ini meninggal dunia setelah berjuang selama hampir 3 minggu di ruang ICU,"tegasnya.
Kepergian perawat berusia 41 tahun ini menambah jumlah perawat di jawa timur yang meninggal akibat Covid-19 menjadi tujuh orang.
Prof Nursalam mengungkapkan kebanyakan perawat yang terpapar bertugas di unit biasa seperti poli, rawat inap, non isolasi dan IGD.
"Kalau di ICU Covid dan isolasi protokol kesehatan sudah sesuai, sehingga jarang tertular,"pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/perawat-rsud-sidoarjo-meninggal-karena-covid-19.jpg)