Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

213.211 Warga Jatim Sudah Dites Covid-19, Khofifah: Ada 27 Laboratorium Rujukan Pemeriksaan PCR

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan, penambahan kasus baru Covid-19 karena masifnya testing dan tracing yang dilakukan

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa meski zona merah di Jatim tersisa 7 kabupaten/kota, namun angka penambahan kasus Covid-19 harian terbilang masih tinggi, di atas seratus.

Terakhir pada Minggu (21/6/2020), penambahan kasus baru Covid-19 di Jatim mencapai 130 kasus.

Ditegaskan Khofifah lagi, bahwa penambahan tersebut wajar karena masifnya testing dan tracing yang dilakukan oleh tim Covid-19 hunter yang masih terus berjalan.

Hingga hari Senin (22/6/2020) ini, tambah Khofifah, dari rapid test massal yang dilakukan, total sebanyak 213.211 orang warga Jatim sudah dites cepat Covid-19.

Tes itu terdiri dari 198.160 test oleh Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan 16.051 oleh tim Covid-19 hunter Jatim.

"Kami berkomitmen untuk meningkatkan keamanan warga dengan menjaring pasien-pasien Covid-19, khususnya OTG melalui testing rapid, TCM dan PCR massal. Hal ini yang menyebabkan jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 yang terdeteksi di Jawa Timur meningkat dalam satu minggu terakhir," kata Khofifah, Senin (22/6/2020).

Tim Covid-19 hunter sudah melakukan tes cepat keliling di 19 kabupaten/kota dan berhasil melakukan test sebanyak 16.051 tes. Dengan hasil 496 reaktif yang selanjutnya di swab dan ditemukan 115 kasus positif.

“Kita melakukan tes massal di daerah yang PDP maupun OTG tinggi. Karena tes masif masih berlanjut maka penambahan kasus positif di Jatim masih tinggi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Khofifah menyebutkan, dengan adanya peningkatam tes yang pesat, maka saat ini Jatim juga suddah didukung dengan kemampuan laboratorium yang meningkat.

Total laboratorium pemeriksaan PCR di Jatim ada 27 laboratorium rujukan. Sedangkan untuk pemeriksaan TCM meningkat dari 12 laboratorium menjadi 17 laboratorium.

Dalam satu minggu terakhir, pemeriksaaan secara kumulatif naik dari menjadi 43.296 menjadi 53.503 test.

Selain itu, untuk memastikan pemeriksaan swab kini juga bisa dilakukan secara optimal di seluruh kabupaten/kota.

Dinas Kesehatan Jatim juga telah melatih dan mengerahkan pegawai puskesmas dan rumah sakit dari 38 kabupaten/kota untuk melakukan swab.

"Tentu kami berharap, dengan meningkatnya jumlah rapid test, mesin PCR dan SDM untuk swab, deteksi Covid-19 di Jawa Timur akan menjadi lebih cepat. Tracing ratio juga diharapkan semakin meningkat, di mana satu pasien dapat ditemukan minimal 20 kontak eratnya yang bisa segera di tes dan diisolasi,” pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved