Minggu, 12 April 2026

Sore Nanti Ada Fenomena Alam Gerhana Matahari Cincin, Begini Cara Melihat yang Aman

Gerhana matahari cincin tersebut akan terjadi di wilayah Jawa Timur mulai pukul 14.57 wib.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/sylvianita widyawati
Foto ilustrasi, sejumlah mahasiswa saat melakukan pengamatan gerhana matahari cincin menggunakan kacamata khusus. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Peristiwa alam Gerhana Matahari Sebagian akan terjadi, Minggu (21/6/2020) sore.

Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda Surabaya, Teguh Tri Susanto mengatakan sebenarnya fenomena alam tersebut adalah Gerhana Matahari Cincin.

"Namun di Indonesia hanya bisa teramati sebagai Gerhana Matahari Sebagian. Gerhana Matahari Cincin sebenarnya terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi posisinya tepat segaris. Dan pada saat itu piringan bulan yang teramati dari Bumi lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika saat puncak gerhana, Matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya," ujarnya, Minggu (21/6/2020).

Ia menjelaskan, ada dua macam bayangan Bulan yang terbentuk saat Gerhana Matahari Cincin.

"Yaitu bayangan antumbra dan penumbra. Di wilayah yang terlewati bayangan antumbra, gerhana yang teramati adalah Gerhana Matahari Cincin. Sedangkan di wilayah yang dilewati bayangan penumbra, gerhana yang teramati adalah Gerhana Matahari Sebagian," jelasnya.

Dirinya menerangkan, secara umum, gerhana tersebut akan terjadi di wilayah Jawa Timur pada pukul 14.57 wib.

"Dengan puncak gerhana diperkirakan pada pukul 15.21 wib dan lalu berakhir pada pukul 15.48 wib," bebernya.

Dirinya juga memberikan tips aman untuk melihat kejadian berupa fenomena alam tersebut.

"Gunakan khusus Kacamata Gerhana Matahari, membuat proyeksi lubang untuk pengamatan secara tidak langsung dengan melihat bayanganmya, atau memakai plastik film lalu digabungkan menjadi 5 lapis agar benar benar gelap. Hindari melihat gerhana dengan cara melihat matahari secara langsung, melihat langsung melalui pantulan air atau cermin, atau melihat memakai kacamata biasa," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved