Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Pemprov Jatim Gelontorkan Bantuan ke 168 Pesantren Tangguh, Dorong Penegakan Protokol Kesehatan

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, total ada 168 ponpes yang didistribusikan bantuan alat kesehatan anticovid-19

Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan untuk Pesantren Gersempal Sampang. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengeluarkan Surat Edaran nomor 188/3344/101.1/2020 tentang Pelaksanaan Kembalinya Santri ke Pondok Pesantren dalam Masa Darurat Covid-19 di Jatim.

Surat tertanggal 29 Mei 2020 itu menyebutkan, bahwa gubernur telah menetapkan protokol kesehatan untuk santri yang akan kembali ke pondok, mulai protokol dari rumah hingga protokol saat beraktivitas di lingkungan pesantren.

Setiap pesantren harus menerapkan protokol kesehatan sebelum mengijinkan santrinya berkegiatan belajar dan mengajar di dalam pesantren.

Guna membantu penegakan protokol kesehatan di lingkungan pesantren, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim secara bertahap terus mendukung bantuan perangkat alat penegakan protokol kesehatan anticovid-19 kepada pondok pesantren se-Jatim.

Bantuan itu disalurkan untuk mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19 di lingkungan pondok pesantren, jelang kembalinya para santri untuk kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren era new normal.

Dengan bantuan tersebut, diharapkan para pengasuh dan para santri bisa menerapkan pendisiplinan protokol kesehatan di lingkungannya, sehingga setiap ponpes bisa menjadi Pesantren Tangguh.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, total sudah ada 168 pondok pesantren yang didistribusikan bantuan alat kesehatan anticovid-19.

Gubernur Khofifah mengatakan, bahwa dalam inisiasi Kampung Tangguh ada ampuan dari TNI dan juga Polri. Yang harapannya ketangguhan yang dibangun bisa sustain atau berkelanjutan bahkan setelah masa pandemi Covid-19.

"Pesantren Tangguh kami bangun untuk menjadi pesantren yang bersih, pesantren yang sehat dan pesantren yang TOPP atau Tanaman Obat Pondok Pesantren," kata Gubernur Khofifah, Minggu (21/6/2020).

Bantuan perangkat alat penegakan protokol kesehatan yang diserahkan oleh Pemprov Jatim ke pesantren tepatnya berupa masker kain, sprayer elektrik (alat penyemprot desinfektan), baju hazmat (alat pelindung diri), thermal gun (alat pengukur suhu badan), hand sanitizer, lysol, kacamata google, face shield, sepatu boot, tempat cuci tangan dan sarung tangan latex. Tidak itu saja, semua ponpes juga diberi vitamin C, paket sembako dan dompet kesehatan Covid-19.

Sementara itu Kalaksa BPBD Jatim yang juga Gugus Tugas Promotif Preventif Penanganan Covid-19 Jatim, Suban Wahyudiono mengatakan sebanyak 168 pesantren yang sudah didistribusikan bantuan terinci atas Pondok Pesantren Tangguh Lirboyo Kediri, Ponpes Al-Falah Ploso, Ponpes Tebuireng Jombang, Ponpes Tambak Beras Jombang, Ponpes Gersempal Sampang dan Ponpes Al-Hikam Malang.

Kemudian sebanyak 10 pesantren di kabupaten Lamongan di antaranya, Ponpes Al-Ma'ruf, Ponpes Matholiul Anwar, Ponpes Al-Mu'awanah, Ponpes Darul Fiqih, Ponpes Miftahul Qulub, Ponpes Tanwirul Qulub dan Ponpes Tanwirul Ghoyyi juga sudah didistribusikan bantuan serupa. Begitu juga 108 pondok di Malang Raya dan 45 pondok di Kabupaten Probolinggo.

"Jumlah bantuan masing-masing item disesuaikan dengan jumlah santri di setiap pondok," terang Suban.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved