Breaking News:

Rudiantara Gantikan Soekarwo Jadi Komisaris Utama PT Semen Indonesia

Mantan Menkominfo Rudiantara terpilih sebagai komisaris utama PT Semen Indonesia menggantikan Soekarwo yang mengundurkan diri.

ist
Soekarwo (kiri) dalam RUPST PT SIG yang mundur sebagai Komut dan digantikan oleh mantan Menkominfo, Rudiantara, Jumat (19/6/2020). 

SURYA.co.id | JAKARTA - Mantan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara, terpilih sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Rudiantara terpilih dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), menggantikan mantan Gubernur Jatim, Soekarwo yang mengundurkan diri dari posisi Komut, Jumat (19/6/2020).

Dalam rilis yang dikirimkan Departemen Komunikasi PT SIG, dalam RUPST itu hanya posisi Komut yang diganti.

"Selain proses penggantian Komut, dalam rapat juga menyetujui penetapan laba tahun berjalan yang dapat distribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih) tahun 2019 sebesar Rp2,39 triliun," tulisnya dalam rilis yang diterima redaksi.

Laba kemudian diperuntukkan sebagai Dividen sebesar 10 persen atau Rp 239,22 miliar. Sisanya sebesar 90 persen atau Rp 2,15 triliun ditetapkan sebagai cadangan lainnya.

Sementara itu, kinerja SIG tahun 2019, mencatatkan pendapatan sebesar Rp 40,37 triliun. Naik 31,5 persen dibanding tahun 2018 sebesar Rp 30,69 triliun.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,39 triliun. Laba per saham dasar tercatat Rp 403,-.

Sedangkan kinerja penjualan SIG tahun 2019 secara konsolidasi mencatatkan total volume penjualan domestik dan ekspor sebesar 42,61 juta ton, termasuk penjualan dari Thang Long Cement (TLCC) Vietnam. Volume penjualan tersebut naik 28,5 persen dibanding periode yang sama tahun 2018 sebesar 33,17 ton.

Sedangkan kinerja di kuartal I tahun 2020, berdasarkan laporan keuangan publikasi Senin (18/5/2020), laba bersih pendapatan perseroan yang melantai dengan kode SMGR yang juga naik, satu digit 6 persen menjadi Rp 8,58 triliun pada periode hingga Maret 2020, dari periode yang sama tahun 2019, Rp 8,13 triliun.

Adapun beban pokok berkurang menjadi Rp 5,85 triliun dari Rp 5,91 triliun, sementara beban umum dan administrasi membengkak jadi Rp 811,78 miliar dari Rp 581,12 miliar.

Secara rinci, pendapatan dari penjualan semen SMGR mencapai Rp 7,23 triliun naik dari sebelumnya Rp 6,79 triliun, penjualan terak juga naik menjadi Rp 623,83 miliar. Penjualan yang turun yakni beton jadi dan siap pakai, kantong semen, persewaan lahan, dan pendapatan dari bisnis jasa penambangan.

SMGR adalah induk dari beberapa perusahaan semen nasional di antaranya PT Semen Gresik, PT Semen Indonesia Aceh, PT Semen Padang, PT Semen Kupang Indonesia, PT Semen Tonasa, dan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) atau SBI yang sebelumnya bernama PT Holcim Indonesia.

Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso mengatakan peningkatan kinerja perseroan pada 1Q20 merupakan hasil dari berbagai langkah sinergi dan efisiensi yang terus dilakukan sejak tahun 2018.

"SIG akan terus menjaga kinerja profitabilitas melalui berbagai inisiatif cost transformation, serta pengembangan bisnis bahan bangunan yang bernilai tambah," ungkap Hendi.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved