Webinar

Pelaku UMKM Krupuk Mengaku Gagal Ekspor karena Kewajiban Sertifikasi Kesehatan

Pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) kerupuk asal Sidoarjo mengeluhkan regulasi penyertaan sertifikasi kesehatan yang dianggap memberatkan.

foto: kadin jatim untuk surya.co.id
Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto sedang mengikuti webinar di Kadin Jatim, Kamis (18/6/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) kerupuk asal Sidoarjo, mengeluhkan  regulasi penyertaan sertifikasi kesehatan yang dianggap memberatkan.

Akibat kewajiban ini mereka mengaku gagal ekspor.

Regulasi itu tidak bisa dipenuhi karena UMKM krupuk masih usaha home industri tidak punya tempat pengolahan khusus.

Hal itu terungkap dari salah satu peserta webinar digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Kamis (18/6/2020).

Webina tersebut mengambil tema Strategi Usaha Perdagangan di Masa Pandemi Covid-19 dan Era New Normal (Era Kenormalan Baru).

"Ketika UMKM krupuk ikan akan melakukan ekspor, disyaratkan healt sertificate, padahal untuk mengurus itu perlu lokasi pengolahan. Sementara UMKM ini home industry dan di negara tujuan tidak mewajibkan,” kata Husni, salah satu peserta dalam kegiatan tersebut.

Peserta lainnya, Ayu S Rahayu, dalam kesempata itu juga meminta pemerintah untuk meninjau ulang Undang-Undang tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

"Dan Kempentan 136/2020 tentang jenis media pembawa hama dan penyakit hewan karantina dan organisme pengganggu tumbuhan karantina. Karena dalam pelaksanaannya menjadi penghambat pelaksanaan ekspor dan impor," ungkap Ayu.

Mendengar keluhan tersebut, Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto mengatakan bahwa dalam masa pandemik Covid-19, Kadin Jatim banyak mendapatkan keluhan dari pelaku UMKM yang merasa kesulitan melakukan ekspor karena adanya persyaratan.

"Di antaranya sertifikat kesehatan atau healty sertificate. Akibatnya, ekspor mereka terhenti di Balai Karantina," kata Adik.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved