Breaking News:

Berita Tuban

Merasa Dirugikan, Warga Tuban Laporkan Dugaan Penyelewengan BPNT ke Polres

Kartu sembako BPNT yang diterimanya sudah dalam kondisi tidak tersegel. Padahal, secara aturan harus tersegel dan berada di dalam amplop tertutup.

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Anas Miftakhudin
M Sudarsono
Warga penerima manfaat BPNT asal Desa Cempokorejo, Kecamatan Palang, didampingi LBH-Peka protes karena baru menerima bantuan Juni 2020, padahal kartu BPNT tertera sejak 2018. 

SURYA.co.id | TUBAN -

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mendatangi Satreskrim Polres Tuban, untuk melaporkan dugaan penyaluran bantuan bermasalah, Kamis (18/6/2020). 

Kedatangan warga tersebut didampingi Lembaga Bantuan Hukum Pemberdayaan Masyarakat untuk Keadilan (LBH-Peka) Tuban

Direktur LBH Peka Tuban, Nang Engki Anom Suseno, mengatakan pihaknya melaporkan adanya dugaan penyelewengan program BPNT di Desa Cempokorejo, Kecamatan Palang. 

Pasalnya, bantuan yang semestinya diterima warga pada tahun 2018, tetapi baru diserahkan Juni 2020. Sejumlah warga yang merasa dirugikan berharap persoalan tersebut diusut tuntas sesuai prosedur hukum yang berlaku.

"Kami minta perkara ini ditangani dengan baik dan cepat agar kejadian serupa tidak terulang. Jangan rakyat kecil yang selalu jadi korban oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Siapapun yang terlibat dalam perkara ini harus ditindak sesuai hukum yang ada," terang Engki di Mapolres. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Yoan Septi Hendri, menyatakan telah menerima laporan terkait dugaan penyelewengan BPNT dan akan dilakukan pendalaman. 

"Sudah kamj terima dan akan kami lakukan penyelidikan terlebih dulu," ujar Yoan. 

Sementara itu, Sri Tutik salah satu penerima BPNT, mengaku merasa dirugikan atas bantuan yang diterimanya. 

Hal itu dikarenakan kartu sembako BPNT yang harusnya diterima di tahun 2018 baru diberikan tahun ini oleh perangkat desa setempat. 

Kartu sembako BPNT yang diterimanya sudah dalam kondisi tidak tersegel. Padahal, secara aturan harus tersegel dan berada di dalam amplop tertutup saat diterima. 

"Tiba-tiba saya dikasih 19 karung beras, kata perangkat itu akumulasi selama dua tahun. Kita disuruh mengambil sendiri di agen, beberapa warga juga baru menerima tahun ini," ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved