Breaking News:

Berita Banyuwangi

ASN Mantan Petinju yang Ngamuk di Dispendukcapil Banyuwangi Terancam Dicopot Sebagai Guru

ASN yang mengamuk di kantor Dispendukcapil Banyuwangi terancam dicopot dari jabatannya sebagai guru SMP. Tapi pemkab masih menunggu pemeriksaan polisi

surabaya.tribunnews.com/haorrahman
Meja kantor Dispendukcapil Banyuwangi berserakan setelah seorang ASN ngamuk karena gagal mengurus perubahan nama di KTP 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi masih menunggu hasil pemeriksaan polisi terhadap PR, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengamuk di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi.

Bisa jadi, jabatan PR yang juga sebagai guru di salah satu SMPN Kecamatan Kalipuro itu dicopot.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banyuwanyi, Nafiul Huda mengatakan masih menunggu hasil pemeriksaan polisi terlebih dahulu sebelum menjatuhkan sanksi pada PR yang juga mantan petinju.

"Untuk keputusannya menunggu hasil pemeriksaan polisi. Baru kami bisa mengambil sikap," kata Huda.

Menurut Huda, sanksi yang diberikan pada PR bisa beraneka ragam tergantung dari hasil pemeriksaan polisi.

"Bisa penundaan kenaikan pangkat, penurunan pangkat, atau jabatannya sebagai guru dicopot dan menjadi staf biasa. Tapi itu tergantung hasil pemeriksaan polisi," kata mantan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banyuwangi itu.

PR saat ini masih berstatus sebagai guru olahraga SMP Negeri. Dia merupakan ASN golongan IV.

Huda menyayangkan sikap PR yang mengamuk di kantor Dispendukcapil bahkan merusak fasilitas negara. Apalagi dia berstatus ASN dan seorang guru.

"Yang jelas dia akan dikenakan sanksi atas sikapnya itu," tambah Huda.

PR mengamuk di kantor Dispendukcapil Banyuwangi, Selasa (16/6). Dia melempar kursi ke seorang petugas wanita di salah satu ruangan. Selain itu, dirinya juga melempar pot bunga ke pintu salah satu ruangan tersebut.

PR yang mantan petinju itu mengamuk lantaran pengajuan pergantian nama dirinya dalam dokumen kependudukan KTP elektronik miliknya belum bisa dilayani, karena tidak memiliki dasar kuat untuk melakukan pergantian nama di KTP elektronik. 

ASN Mantan Petinju yang Ngamuk di Dispendukcapil Banyuwangi Ternyata Guru SMP

Gagal Mengurus Perubahan Nama di KTP, ASN di Banyuwangi Ngamuk di Kantor Dispendukcapil

Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved