Breaking News:

Travel

Yadnya Kasada Suku Tengger di Gunung Bromo pada 6-7 Juli 2020, Tak Bisa Dilihat Wisatawan

Yadnya Kasada oleh suku Tengger di Gunung Bromo dapat digelar, namun perayaan tersebut tidak dapat disaksikan wisatawan.

surya/ahmad zaimul haq
Beberapa warga Suku Tengger mencoba menangkap sesaji yang dilemparkan ke dalam Kawah Bromo, saat Yadnya Kasada digelar, (Senin 10/7/2017). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Perayaan Yadnya Kasada oleh suku Tengger di Gunung Bromo, Jawa Timur, pada 6 dan 7 Juli 2020 tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Kasada tetap dilaksanakan mengingat itu ritual masyarakat Tengger yang dilakukan setiap tahun,” ucap Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo, Tengger dan Semeru (TNBTS), Syarif Hidayat, Sabtu (13/6/2020).

Meski Yadnya Kasada dapat digelar, perayaan tersebut tidak dapat disaksikan wisatawan.

Sebab kawasan Gunung Bromo masih ditutup untuk mencegah penularan Covid-19.

“Untuk tahun ini dibatasi untuk masyarakat Tengger saja,” katanya.

Syarif menyebut Yadnya Kasada yang biasanya menjadi agenda wisata tahunan di Gunung Bromo juga dihapus untuk tahun ini.

Kesepakatan itu diambil berdasarkan rapat bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Kepala Desa se-Sukapura dan disaksikan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo.

Terkait pembukaan kembali kawasan Bromo untuk kegiatan wisata di era kenormalan baru, Syarif mengatakan sedang menunggu keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Selain itu, rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan empat Pemerintah Daerah yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang dan Lumajang.

“Ditambah Gugus Tugas Covid-19 juga sangat penting dan menjadi perhatian kami berkaitan dengan protokol dan komitmen semua pihak,” tandasnya.

Sebagai informasi, penutupan kawasan TNBTS untuk kegiatan wisata mengacu kepada surat edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tertanggal 15 Maret.

Selain itu, juga sesuai dengan edaran Bupati Probolinggo dan Lumajang tertanggal 16 Maret yang memerintahkan agar kawasan wisata di dua kabupaten itu ditutup.

Kepala TNBTS pada waktu itu, John Kennedie mengatakan penutupan sementara ini akan terus dievaluasi dengan memperhatikan kebijakan dari Kementerian KLHK dan pemerintah daerah,

“Masyarakat diminta tenang, tidak panik,” ucap John. (Aminatus Sofya)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved