Breaking News:

Berita Jawa Timur

Ayah Tiri di Kediri Kebacut, Bocah Sejak SD-SMP Dipaksa Layani Hubungan Badan, Ibu Memasak di Dapur

Perbuatan itu telah dilakukan pelaku saat korban masih kelas 6 SD hingga korban sekarang duduk di bangku SMP.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Anas Miftakhudin
Didik Mashudi
Tersangka Iswahyudi setelah ditangkap petugas Unit PPA Satreskrim Polres Kediri Kota. 

Kasus ini terungkap setelah korban yang mengalami depresi akibat menjadi sasaran persetubuhan dengan ayah tirinya kabur dari rumahnya.

"Korban ini tertekan dan depresi," ungkapnya.

Saat kabur dari rumah, akhirnya korban mengakui kepada saudaranya alasan kabur dari rumah karena menjadi sasaran perbuatan persetubuhan ayah tirinya.

"Korban cerita kalau sudah digituin berulangkali oleh bapaknya," tambahnya.

Petugas akan mendatangkan psikiater untuk memberikan pendampingan karena korban mengalami trauma psikis.

"Alat bukti visum sudah kita ajukan," tambahnya.

Korban tidak berani menceritakan kejadian yang menimpanya karena diancam oleh ayah tirinya.

Ironisnya, meski telah berlangsung lama, persetubuhan ayah dengan anak tirinya belum pernah dipergoki keluarganya.

"Kami masih akan dalami mengapa kasus persetubuhan yang telah berlangsung lama tidak ada yang tahu," paparnya.

Korban merupakan anak kedua, setelah ibunya MW (36) cerai dengan suaminya terdahulu kemudian menikah dengan tersangka.

Ibu korban berkenalan dengan tersangka sewaktu bekerja di Kalimantan.

Kasus serupa terjadi di Palembang.

Seorang gadis 14 tahun berinisial N tak menyangka, permintaan tolong agar diantar pulang oleh dua pria membuat bernasib tragis.

Lantaran, dua pria tersebut menyetubuhinya dengan cara kasar. Mulut N dibekap dan diseret, lalu kedua pria tersebut melampiaskan hasratnya.
N pun tak berdaya melawan dua pria itu. Bahkan, setelah korban diperlakukan tak pantas, dia disuruh pulang sendiri dari rumah pelaku.

Peristiwa tragis menimpa N terjadi pada Minggu (14/6/2020) sekitar pukul 20.00 WIB.

Setelah kejadian memilukan itu, N menceritakan kepada orang tuanya.
Akibat kekerasan yang ditimpa N, Selasa (16/6/2020), Y yang juga paman korban warga Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang melaporkan ke Polrestabes Palembang.
Y datang untuk melaporkan kasus persetubuhan yang dialami keponakannya itu.
Ia menceritakan kronologi kejadiannya. Saat itu, N ingin pulang ke rumahnya sehabis dari rumah temannya.
"Korban becerita kepada kami kalau dia bertemu dengan teman prianya yang baru dikenalnya tiga yaitu A.
Kemudian korban minta diantar pulang ke rumahnya," ujarnya.
Namun bukannya diantar pulang korban malah diajak pelaku ke rumahnya di Kelurahan Ario Kemuning, Kecamatan Kemuning, Palembang.
"Di sana pelaku bersama temannya R melakukan perbuatan tidak senonoh kepada korban dan setelah korban pulang korban kemudian bercerita kepada orang tuanya dan keluarga lainnya,"
"Sehingga kami sepakat melaporkan kedua pelaku," katanya.
Sementara itu, korban N mengaku kenal pelaku dari temannya dan baru tiga hari.
"Saya baru mengenal pelaku tiga hari, dari teman saya. Karena saya dan bertemu dengan pelaku kemudian saya meminta dia mengantarkan saya pulang," katanya.
Tapi bukan diantar pulang pelaku, malah mengajak korban ke TKP.
"Di sana saya ditarik dan diseret oleh mereka serta mulut saya di tutup," ungkapnya.
Di ruang tamu, N dicabuli kedua pelaku.
"Setelah mereka puas saya disuruh pulang," tegasnya.
Setelah sampai di rumah, N bercerita kepada keluarga dan orangtuanya.
"Saya langsung cerita kepada orang tua saya dan bibi sehingga sepakat untuk melaporkan kedua pelaku," tutupnya.
Sementara itu, Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan korban mengenai tindak pidana perlindungan terhadap anak.
"Laporan korban sudah diterima anggota piket kita, selanjutnya laporan korban akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polrestabes Palembang," tutupnya.
Sebagian artikel in itelah tayang di Tribun Sumsel

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved