Breaking News:

5 Tips Panji Petualang agar Lolos dari Lilitan Ular Piton Setelah Kematian Siswa SMP di Bombana

Panji Petualang memberikan 5 tips agar Lolos dari lilitan ular piton setelah kematian siswa SMP karena lilitan ular piton

YouTube Panji Petualang
Panji Petualang (kanan) saat mencari ular di pedalaman huan di Jawa Barat. 

Walaupun akan tetap sakit, tapi cara itu bisa membuat tenggorokan tak langsung kehabisan nafas.

"Jadi tenggorokannya bisa suplai walaupun tetap sakit," jelasnya.

4. Butuh Bantuan Orang Lain

Mintalah orang lain untuk melepaskan lilitan ular.

Menurut Panji Petualang, minimal 2 orang dibutuhkan untuk melepaskan lilitan piton.

"Harus dibantu sama minimal dua orang. Ketika dibantu sama orang mudah ngelepasin, tapi kalau enggak dibantu setengah mati," kata Panji Petualang.

Lilitan ular piton itu bisa mengakibatkan kehabisan napas.

Hal itu pula yang menyebabkan manusia bisa kehilangan nyawa ketika dililit ular piton.

5. Lebih Cepat Sebabkan Kematian

Menurut Panji Petualang, rentang waktu gagal bernapas saat dililit ular piton paling lama sekitar tiga menit.

Waktu tersebut lebih cepat daripada dampak kehilangan napas saat digigit ular kobra.

"Jarak untuk gagal napas itu lebih cepat daripada digigit ular kobra. Jadi kita bakal kesendat enggak bisa napas dalam jarak sekitar tiga menit," ujarnya.

Dalam satu menit saja, Panji Petualang sudah kesulitan bernapas saat dililit ular piton.

Hal itu dirasakannya saat bereksperimen melilitkan ular piton hasil rescue tersebut di lehernya.

"Barusan itu cuma satu menit saya dililit rasanya kaya sakitnya di (leher) itu rasanya nekan, enggak bisa dibayangin dan itu sakit banget, sumpah," kata Panji Petualang.

Ia juga mengingatkan agar eksperimennya tak ditiru.

Ia melakukan eksperimen melilitkan ular piton semata-mata untuk memberikan edukasi.

"Panji saranin yang lihat eksperimen saya barusan tolong jangan ditiru karena bahaya sekali," katanya.

Siswa SMP dimangsa ular piton

Siswa SMP di Kabupaten Bombana, Sulawesi Selatan tewas dimangsa ular piton 7 meter.

Insiden ular piton menewaskan siswa SMP terjadi di hutan pegunungan Kahar, Kelurahan Kasipute,

Kecamatan Rumbia, Minggu (14/6/2020).

Korban bernama Alfian (16) tewas setelah lehernya dililit ular dan kepala piton tersebut mengigit pahanya.

Sebelum tewas, korban sempat berteriak minta tolong kepada temannya.

Tak hanya Alfian yang menjadi korban, dua rekannya juga digigit ular piton tersebut karena berusaha menolongnya.

Beruntung, kedua teman korban hanya luka dan kini menjalani rawat jalan.

Kapolsek Rumbia Iptu Muh Nur Sultan mengatakan, kejadian berawal saat korban bersama empat rekannya hendak berwisata ke lokasi air terjun.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba korban yang terpisah dari rekan-rekannya sejauh 10 meter berteriak.

Mendengar itu, rekan korban langsung mendekati korban yang dililit ular piton.

Saat itu korban sudah dalam keadaan terlilit ular piton sepanjang tujuh meter.

"Mereka melihat korban dalam keadaan terlilit ular pada bagian leher dan kepala ular menggigit pada bagian paha," kata Muh Nur dikonfirmasi, Senin (15/6/2020).

Dua temannya langsung menolong dengan cara memukul ular tersebut.

Namun, usaha tersebut tidak berhasil mereka malah digigit reptil tersebut.

Karena ular tidak kunjung melepaskan lilitan, lanjutnya, dua teman korban yang lain mencari bantuan dari warga sekitar.

Kemudian, sejumlah warga datang dan membunuh ular tersebut dengan parang.

Namun, nyawa korban tak terselamatkan.

Jenazah Alfian kemudian diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan.

Sedangkan dua remaja yang sempat digigit ular menjalani rawat jalan di puskesmas.

Warga Gigit Buntut Ular Piton

Sementara itu, di tempat lain, seorang pemuda berhasil menggigit buntut ular piton yang melilit dan

menewaskan seekor kucing.

Seorang pemuda di Kabupaten Batanghari, Jambi bernama Yusuf menyelamatkan seekor kucing yang

tengah dililit ular piton sepanjang 4 meter.

Yusuf bahkan menggigit ekor piton berjenis sanca atau sawo tersebut agar sang kucing selamat.

Editor: Tri Mulyono
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved