Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Sambut New Normal, Serikat Pekerja Minta Pemprov Jatim Perlu Atur Jam Kerja Para Buruh

Serikat Pekerja menilai Pemerintah Provinsi Jawa Timur perlu mengatur jam kerja bagi para pekerja dan buruh dalam menyambut New Normal Life

Istimewa
Ilustrasi - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat menyapa para buruh sebuah pabrik di Tropodo, Sidoarjo. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Serikat Pekerja menilai Pemerintah Provinsi Jawa Timur perlu mengatur jam kerja bagi para pekerja dan buruh dalam menyambut New Normal Life atau tatanan hidup baru.

Wakil Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim, Nuruddin mengatakan selama ini belum ada aturan yang tegas dari pemerintah kepada perusahaan untuk mencegah penyebaran Covid-19 ketika tatanan hidup baru dimulai.

Padahal, lanjut Nuruddin, pembagian jam kerja ini juga perlu diatur untuk mencegah adanya kerumunan pekerja. Terutama, saat perjalanan pulang pergi dari tempat tinggal ke pabrik, baik itu saat naik kendaraan umum, keluar masuk pabrik maupun di tempat parkir.

Selain itu, saat jam istirahat para pekerja juga tidak akan terlalu bergerombol saat di kantin, sehingga jarak untuk physical distancing masih terjaga.

"Sampai sekarang belum ada aturan yang mewajibkan. Sepengetahuan saya toh jika ada perusahaan yang menerapkan pembagian atau pembatasan shift itu karena memang orderan sedang sepi. Bukan karena penerapan protokol kesehatan," kata Nuruddin, Senin (15/6/2020).

Saat new normal dimulai, Nuruddin memprediksi orderan ke perusahaan akan kembali meningkat, sehingga para pekerja dan buruh akan masuk seperti sedia kala.

"Untuk itu ketegasan dari pemerintah dalam bentuk peraturan ini sangat diperlukan. Karena masih banyak yang melanggar. Khususnya tentang physical distancing," lanjutnya.

Seperti diketahui Gugus Tugas Pusat Percepatan Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020, tentang Pengaturan Jam Kerja pada Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat yang Produktif dan Aman dari Covid-19 di Wilayah Jabodetabek.

Dalam SE tersebut disebutkan pengaturan jam kerja antar-shift wajib dilakukan dengan jeda minimal 3 jam, yaitu:

- Shift 1, masuk antara pukul 07-00-07.30 dan pulang antara pukul 15.00 – 15.30.
- Shift 2, masuk antara pukul 10.00 – 10.30 dan pulang antara pukul 18.00 – 18.30.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved