Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

ASN Pengadilan Negeri Surabaya Meninggal Karena Covid-19, Sidang Ditunda Hingga 2 Pekan

Kohar Hari Santoso mengatakan pihaknya saling berkoordinasi dengan PN Surabaya dalam pelacakan penularan ASN tersebut.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Kohar Hari Santoso 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

SURYA.co.id | SURABAYA - Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur sedang melakukan evaluasi dan pelacakan lebih lanjut setelah ada ASN di Pengadilan Negeri Surabaya yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Kohar Hari Santoso mengatakan pihaknya saling berkoordinasi dengan PN Surabaya dalam pelacakan penularan ASN tersebut.

"Sedang dievaluasi lebih jauh, kita lakukan pemeriksaan mereka, terutama kondisi dari staf," ucap Kohar, Senin (15/6/2020).

Lebih lanjut, untuk rapid test, Kohar yang juga Dirut RS Saiful Anwar (RSSA) Malang menyebut PN telah berencana untuk melakukan rapid test mandiri.

"Sudah dikoordinasikan dengan kita. Saat ini kami menunggu perkembangannya," lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PN Surabaya resmi menunda sidang baik perdata maupun pidana selama dua pekan. Yakni, dari tanggal 15 hingga 28 Juni 2020.

Ini dikarenakan ada salah satu ASN yang meninggal dunia karena positif Covid-19.

Selain itu, ada juru sita serta hakim yang mendadak meninggal dunia.

"Maka atas perintah dari kepala Pengadilan Tinggi Jatim kepada Kepala PN Surabaya. Seluruh ara PN mulai 15 Juni hingga 28 Juni, semua persidangan yg sedang berjalan akan ditunda selama dua pekan. Kecuali perkara pidana yg masa penahanannya habis dan tidak bisa diperpanjang," kata juru bicara PN Surabaya, Martin Ginting, Minggu (14/6/2020).

Selain itu, setiap orang dilarang atau dibatasi untuk masuk ke area PN dlm waktu 14 hari kedepan.

"Awak media juga dibatasi jumlahnya utk peliputan di area PN Surabaya selama 14 hari," lanjutnya.

Adapun untuk seluruh pegawai akan diberlakukan WFH. "Diimbau kepada para pengguna jasa pengadilan agar bersabar dalam 14 hari ke depan, namun pendaftaran perkara perdata tetap dapat dilakukan secara online via e- court," tandas Ginting.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved