Berita Surabaya
Mengenal Teater Kaki Langit, Menjadi Komunitas Seni yang Independen dengan Manajemen Tertata
Dengan usia yang masih seumur jagung kala itu, Teater Kaki Langit telah membuat pertunjukkan di beberapa kota di Jawa Timur
Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Teater Kaki Langit diinisiasi oleh Dosen Jurusan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Teguh Sucahyono pada tahun 1998 silam.
Tak sendiri, Teguh bersama beberapa mahasiswanya mencoba menghidupkan seni pertunjukkan teater di kampus pada saat itu.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh salah satu anggota Teater Kaki Langit, RB Abd Gani saat dihubunyi SURYA.CO.ID, Sabtu (13/6/2020).
Berjalan selama dua tahun, Teater Kaki Langit sempat terpisah lantaran kampusnya yang juga terbagi di dua lokasi, yakni kampus Lidah Wetan dan kampus Ketintang.
"Tahun 2000-an, akhirnya berdiri di kampus Lidah Wetan. Tujuannya supaya teman-teman yang ingin berteater saat itu tak perlu jauh-jauh ke Ketintang," terang pria yang kini menjadi Ketua Biro Teater Dewan Kesenian Kabupaten Mojokerto.
Dengan usia yang masih seumur jagung kala itu, Teater Kaki Langit telah membuat pertunjukkan di beberapa kota di Jawa Timur seperti Probolinggo, Malang, Surabaya, Mojokerto dan beberapa kota lainnya.
Seiring berjalannya waktu, Teater Kaki Langit mencoba kembali bangkit dengan anggota-anggota muda dan semangat baru.
"Saat ini pun Teater Kaki Langit telah menjadi komunitas independen yang tidak lagi bernaung di bawah Unesa," ujar Abd Gani.
Setelah menjadi komunitas independen, Teater Kaki Langit ingin menjadi wadah bagi orang yang ingin berkesenian lewat teater.
"Karena kami ingin melakukan teater yang tak hanya sekadar berteater. Seperti saat pandemi, banyak sektor yang terdampak Covid-19. Melalui teater, kami bisa berkarya sekaligus bedonasi," ujar Manajer Divisi Produksi Teater Kaki Langit Surabaya, Rekha Aqsoliafitrosah.
Lantaran saat ini Teater Kaki Langit dipenuhi dengan banyak anggota muda, maka mereka mencoba untuk mengasah skill lain yang dimiliki oleh anggotanya untuk disesuaikan dengan seni teater.
Eksistensi Teater Kaki Langit
Sejak berdiri, Teater Kaki Langit memang telah memasuki era modern. Tapi bukan berarti berhenti berkembang dan tak mengikuti perkembangan zaman dengan teknologi yang makin mutakhir.
Saat ini, Teater Kaki langit mencoba menyesuaikan tampilan teater dengan teknologi yang ada. Seperti, membuat video teater dan visualisasi puisi.
"Kami ingin tetap berkarya dengan cara modern, tidak kolot, mengikuti perkembangan teknologi dan tetap mempertahankan ciri kesenian. Maka dari itu, Teater Kaki Langit ingin anggotanya bisa mempelajari banyak hal baru di tengah pandemi seperti ini," tambah Rekha.
Selain itu, Rekha mengaku, Teater Kaki Langit tak hanya sekadar komunitas biasa yang menghasilkan karya, tapi juga dengan manajemen yang tertata.
"Karena untuk menjadi komunitas teater dengan manajemen tertata, tak semuanya bisa. Maka dari itu Teater Kaki Langit ingin lebih tertata manajemennya, supaya tetap hidup. Jadi harus memiliki strategi," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/mengenal-teater-kaki-langit.jpg)