Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Surabaya Raya dan Malang Raya Diminta Pertimbangkan Syarat Ini Sebelum Terapkan New Normal Life

Surabaya Raya dan Malang Raya harus mempertimbangkan syarat yang diberikan WHO dan tim gugus tugas pusat sebelum melangkah ke era New Normal Life

surya.co.id/fatimatuz zahro
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Joni Wahyuhadi. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi SpBS menyarankan agar daerah di Surabaya Raya dan Malang Raya harus benar-benar mempertimbangkan syarat yang diberikan lembaga kesehatan dunia (WHO) dan tim gugus tugas pusat, sebelum melangkah ke era New Normal Life

Walaupun Joni mengakui untuk mencapai syarat yang ditetapkan WHO dan tim gugus tugas tersebut tidaklah mudah.

Dirut RSUD dr Soetomo tersebut memaparkan, Tim Gugus Tugas Pusat memberikan setidaknya ada 15 syarat sebelum suatu daerah memasuki era tatanan normal baru.

Di antaranya, penurunan laju penambahan pasien positif selama dua pekan terakhir, penurunan angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan penurunan jumlah meninggal dari kasus positif, ODP serta PDP selama dua pekan terakhir.

Kemudian, penurunan jumlah kasus positif, Orang Tanpa Gejala (OTG), ODP dan PDP yang dirawat.
Lalu, kenaikan jumlah sembuh kasus positif. Kenaikan jumlah selesai pemantauan dan pengawasan. Penurunan laju pasien positif per seratus ribu penduduk. Serta penurunan angka kematian per seratus ribu penduduk.

"Yang terpenting adalah rate of transmission atau tingkat penularannya bisa ditekan hingga di bawah satu. Lalu jumlah tempat tidur di rumah sakit rujukan mampu menampung lebih dari 50 persen pasien positif. Selanjutnya adalah angka pemeriksaan spesimen terus meningkat dalam seminggu terakhir," lanjutnya," kata Joni, Jumat, (12/6/2020).

Sementara, syarat yang diberikan WHO lebih sedikit, yakni enam poin. Isinya, seperti bukti penyebarannya yang sudah dinyatakan terkontrol.

Tingkat penularannya harus di bawah satu. Kemudian tesnya harus 3,5 per seribu penduduk, serta perlindungan terhadap populasi beresiko khusunya orang tua dan individu dengan penyakit komorbid.

Selain itu, juga penggunaan masker, cuci tangan dan jaga jarak mutlak harus dilakukan seluruh masyarakat.

Terakhir, melibatkan komunitas untuk tetap memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan ketat, serta survei kondisi masyarakat secara periodik oleh lembaga independen.

"Jadi kalau kondisinya tidak sampai tercapai pada kondisi new normal era, sebaiknya diperpanjang (masa transisi dari penerapan PSBB ke era new normal)," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved