Breaking News:
Grahadi

PPDB Jatim 2020

PPDB SMA/SMK Jatim, Siswa Sering Lakukan Kesalahan Ini Hingga Tak Lolos Verifikasi Pengajuan PIN

Ada beberapa masalah teknis yang akhirnya membuat siswa tidak lolos verifikasi pengajuan PIN. Masalah yang sering timbul dalam verifikasi adalah

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi mengatakan bahwa per hari Jumat (12/6/2020) ini, sebanyak 236.150 siswa di Jatim yang melakukan pengajuan PIN untuk pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK Negeri 2020/2021.

Namun, masih ada sekitar 5 persen siswa dari seluruh kuota kapasitas sekolah di Jatim yang belum mengambil PIN. Banyak di antaranya melakukan kesalahan hingga tak lolos verifikasi.

"Sejak dibuka pengajuan PIN pada tanggal 8 Juni 2020, hingga hari ini yang sudah mengajukan PIN ada senanyak 236.150 siswa. Atau sudah 95 persen dari kapasitas SMA/SMKN di Jatim," kata Wahid.

Total kapasitas SMA Negeri di Jatim ada sebanyak 423 sekolah yang akan menampung sebanyak 121.141 siswa. Sedangkan untuk SMKN ada sebanyak 292 sekolah yang akan menampung sebanyak 127.845 siswa. Sehingga total kapasitas SMA/SMKN di Jatim akan mampu menampung sebanyak 248.986 siswa.

"Dari yang sudah mengajukan PIN untuk pendaftaran yang sudah terverifikasi ada sebanyak 202.909 siswa. Ada beberapa masalah teknis yang akhirnya membuat siswa tidak lolos verifikasi pengajuan PIN," kata Wahid.

Masalah yang sering timbul dalam verifikasi adalah, ternyata berkas yang diunggah oleh siswa banyak yang mengalami kekeliruan. Seperti surat keterangan lulus yang diunggah bukan surat keterangan lulus yang diunggah, melainkan justru map dari sekolah.

Kemudian, siswa juga diwajibkan untuk mengunggah KK (Kartu Keluarga), namun yang diupload adalah malah foto keluarga bukan berkas KK.

"Memang terdengar aneh ya tapi itu yang terjadi. Berkas KK yang diminta yang diunggah justru foto keluarga. Dan macam-macam. Itu yang membuat ada siswa yang belum terverifikasi," kata Wahid.

Saat ini sudah 95 persen siswa yang mendapatkan PIN. Bagi yang belum mendapatkan PIN dan masih terjadi data yang diunggah invalid atau tak lolos verifikasi, maka Wahid meminta agar orang tua dan siswa tidak perlu cemas. Sebab waktu pengambilan PIN masih ada sekitar delapan hari lagi.

"Bagi yang belum dapat PIN, kami meminta orang tua tidak perlu gelisah. Pengambilan PIN dilangsungkan hingga tanggal 20 Juni 2020. Dijamin semua pendaftar yang memenuhi ketentuan pasti mendapatkan PIN," pungkas Wahid.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved