Breaking News:

Viva Gandeng Desainer Gelar Virtual Beauty & Fashion Show Dan Produksi Hand Sanitizer

"Sebagai pelaku industri kreatif, kami harus melakukan inovasi. Salah satunya dengan menggelar kegiatan Virtual Beauty & Fashion show ini," katanya

surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Yusuf Wiharto, Direktur Distribusi Viva Cosmetics untuk wilayah Indonesia Timur (kanan) bersama seorang model dalam persiapannya dalam menggelar event Virtual Beauty and Fashion Show 2020. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perusahaan kosmetik Viva Cosmetics terus menggelar Virtual Beauty & Fashion 2020 dengan tema “Alliance”.

Yusuf Wiharto, Direktur Distribusi Viva Cosmetics untuk wilayah Indonesia Timur, mengatakan, sampai dengan saat ini pandemi Covid 19 masih berlangsung dan belum tahu sampai kapan ini akan berakhir.

"Sebagai pelaku industri kreatif, kami harus melakukan inovasi. Salah satunya dengan menggelar kegiatan Virtual Beauty & Fashion show ini, dengan menggendeng pelaku industri kreatif lainnya yaitu desainer busana dan Make Up Artist (MUA)," cerita Yusuf, Kamis (11/6/2020).

Langkah itu merupakan upaya untuk mempertahankan brand Viva, yang dikenal konsumen banyak menggelar kegiatan dalam setiap bulannya. April - Mei, biasanya Viva tampil di ajang Fashion Parade bersamaan dengan menjelang perayaan HUT Kota Surabaya.

Tapi karena pandemi covid 19 membuat orang tidak bisa melakukan interaksi atau kerumunan, maka Yusuf memilih menggelar kegiatan secara virtual.

Tak hanya itu, untuk produk, Yusuf mengaku pihaknya ikut serta memproduksi hand sanitizer. "Hal ini karena kebutuhan hand sanitizer ditengah pandemi covid 19 terus meningkat. Kami memiliki bahan baku yang tersedia secara budidaya. Yaitu tanaman lidah buaya, yang kami produksi menjadi Viva Hand Sanitizer Gel Aloe Vera," ungkap Yusuf.

Sebelumnya, Viva sudah melakukan produksi kosmetik dengan bahan baku lidah buaya atau Aloe Vera ini untuk face tonic, shampo dan pelembab rambut, hingga gel Aloe Vera yang tidak kalah dengan brand internasional.

Dengan adanya pandemi ini, Yusuf tinggal menambah produksi dari bahan Aloe Vera untuk gel hand sanitizer. "Menambah dengan anti bacterial active atau alkohol 70 persen. Karena sebelum kami ada produk ini, pelanggan kami ada yang membuat hand sanitizer dari produk gel Aloe Vera kami ditambah alkohol," ungkap Yusuf.

Melihat peluang itu, pihaknya kemudian meracik dengan takaran yang pas menjadi produk hand sanitizer yang kini sudah beredar di pasaran.
Respon pasar juga bagus, dan produk ini memberi kontribusi yang cukup besar ditengah pandemi. "Permintaannya cukup bagus dan terus meningkat. Karena tidak hanya dari masyarakat pengguna, tapi juga rumah sakit, puskesmas, klinik kesehatan, dan kantor-kantor," ungkap Yusuf.

Sementara itu, dalam persiapan virtual beauty and fashion show, Yusuf dan para desainer melakukan gladi resik di kawasan dr Wahidin Surabaya.
Tampak dua desainer, yaitu Lia Afif dan Geraldus Sugeng, memulai uji coba kolaborasi bersama Viva.

Di sela acara gladi resik, Lia mengatakan Virtual Fashion Show yang diadakan oleh Viva ini sangat membantu para designer.

"Untuk tetap berkreasi di tengah Pandemi seperti ini karena dengan kami menampilkan koleksi-koleksi terbaru bisa menunjukkan ke klien, bahwa ini loh kami masih bisa berkreasi walaupun tanpa kami tidak mengerti fashion, tidak bisa mengikuti fashion show, tidak bisa bertemu orang, dengan adanya Virtual Fashion Show, amat sangat membantu sekali," ungkap Lia Afif

Tema-tema yang digunakan Lia Afif adalah menggunakan baju-baju yang belum dikeluarkan di event-event karena baju-baju ini yang nantinya akan keluar di event Indonesia Fashion Week, Surabaya Fashion Parade, yang mana eventnya akan diundur sampai bulan Oktober. Warna-warna yang dikeluarkan lebih menggunakan warna-warna batik nusantara, karena Lia identik dengan designer yang selalu mengangkat kesan-kesan Nusantara, jadi seperti warna gold, hitam dan abu-abu.

Sementara Geraldus Sugeng  berharap dengan mengadakan kegiatan ini dalam masa Pandemi Covid 19 dapat memberikan kontribusi dan inspirasi bagi semua pelaku industri kreatif untuk tetap optimis. "Semangat, maju dan berinovasi dalam kondisi seperti apapun," tandas Sugeng.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved