Viral Tagihan Listrik Warga Malang Capai Rp 20 Juta, Berikut 7 Cara Hemat Listrik Agar Tak Melonjak

Viral tagihan listrik Teguh Wuryanto (56) warga Lawang, Kabupaten Malang mencapai Rp 20 juta. Simak 7 cara hemat listrik berikut.

Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Musahadah
TRIBUNNEWS
Foto ilustrasi meteran listrik PLN. 

SURYA.CO.ID - Baru-baru ini viral kabar tagihan listrik Teguh Wuryanto (56) warga Lawang, Kabupaten Malang mencapai Rp 20 juta. 

Teguh Wuryanto merupakan pemilik bengkel las di Bedali, Lawang, namun usahanya akhir-akhir ini harus vakum karena pandemi COVID-19.

Lonjakan tagihan listrik belakangan ini tak hanya dialami Teguh Wuryanto banyak juga masyarakat yang mengeluhkan hal serupa melalui media sosial PLN.

Kendati demikian, PLN menegaskan tidak ada perubahan tarif listrik mulai 2017 lalu.

Sementara itu, PLN menerangkan jika lonjakan tagihan listrik fantastis yang dialami Teguh Wuryanto dikarenakan kerusakan kapasitor.

"Mungkin kelemahan meteran yang lama, Jadi selama puluhan tahun itu, tidak membaca KVarh. Sehingga kesimpulannya pelanggan ini kapasitornya rusak.

Ini meteran kami kan baru, di bulan Februari diganti," kata Manajer Bagian Keuangan, SDM dan Administrasi PLN UP3 Malang, Febrina Marnarizka Putri ketika dikonfirmasi, Rabu (10/6/2020).

Febrina menegaskan, Teguh Wuryanto tetap harus membayar tagihan listrik sebesar Rp 20 juta. Meskipun melonjaknya tagihan itu karena kerusakan kapasitor.

Alhasil, Teguh pun diharuskan tetap membayar tagihan meskipun harus dicicil.

Sementara itu, masyarakat lainnya juga mengeluhkan kenaikan tagihan listrik pada beberapa bulan terakhir.

Seperti halnya terlihat melalui kolom komentar di sejumlah unggahan PLN di Instagram, @pln_id.

Berikut beberapa di antaranya.

"biasanya 195-202ribu bulan mei dan juni 357. tolong dong dibantu. setidaknya kalo gak dapet bantuan ya jangan dinaikin begini,"

"kenapa tagihan naik dari 800rb jadi 2.2jt alasannya petugas lapangan ga catat,"

"kok bisa2nya naik sampe 300% sendiri,biasanya perbulan 140an lho ini jd 700rb sendiri,gak ada solusi lain?kita pemakaian wajar lho dan cenderung ngirit,"

Menanggapi banyaknya keluhan pelanggan atas kenaikan tagihan di masa pandemi, PLN pun membuka layanan posko pengaduan tagihan listrik.

Bagi pelanggan yang mengalami kenaikan listrik cukup tinggi dapat menghubungi layanan telepon PLN 123.

Adapun sebelumnya, pihak PLN menjelaskan jika kenaikan tagihan listrik diakibatkan karena banyaknya masyarakat yang memilih bekerja di rumah alias WFH.

Hal tersebut lantas menjadi alasan sejumlah masyarakat mengalami kenaikan tagihan listrik akibat pemakaian alat elektonik yang lebih tinggi.

"Adanya peningkatan tagihan rekening listrik pada pelanggan rumah tangga lebih disebabkan oleh meningkatnya penggunaan masyarakat akibat adanya pandemi COVID-19 yang membuat masyarakat banyak melakukan aktifitas di rumah," tulis @pln_id di salah satu unggahannya

Cara hemat penggunaan listrik

Pengamat energi, Fabby Tumiwa menyebut, salah satu cara paling mudah untuk menghemat listrik adalah mengurangi pemakaian lampu.

"Optimalkan pencahayaan alami, kurangi pemakaian lampu," kata Fabby saat dihubungi Kompas.com (3/5/2020).

Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel "Warga Keluhkan Tagihan Listrik Naik, Ini Cara Hemat Listrik Selama WFH".

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) ini juga menyebut penggunaan alat penghemat listrik yang banyak ditawarkan kepada masyarakat sebenarnya tidak efektif.

"Tidak ada yang namanya alat penghemat listrik. Itu hanya marketing untuk alat yang memperbaiki power quality di rumah tapi tidak menghemat listrik sama sekali," jelas Fabby.

Berikut adalah tujuh cara untuk menghemat pemakaian listrik menurut Fabby Tumiwa:

1. Optimalkan pencahayaan alami, kurangi pemakaian lampu.

2. Sedapat mungkin tidak menggunakan AC atau pendingin udara di siang hari.

Manfaatkan ventilasi dan buka jendela ruangan sehingga terjadi sirkulasi udara yang optimal.

Pendingin udara (AC) menggunakan 50 hingga 60 persen listrik rumah tangga. Semakin banyak AC dipakai konsumsi listrik makin besar. Pakai kipas angin jika diperlukan.

3. Usahakan pakai perangkat hemat energi

Misalnya AC pilih yang tipe inverter dan pompa air serta lampu dengan LED.

4. Sedapat mungkin hemat air untuk mengurangi kerja pompa air.

Pompa air berkontribusi 10 hingga 20 persen dari konsumsi listrik di rumah kita.

5. Pastikan TV mati ketika tidak ditonton, demikian juga dengan komputer khususnya Personal Computer (PC) yang mengkonsumsi daya listrik 50-80 Watt.

6. Hindari “phantom load” ini adalah konsumsi listrik dari perangkat listrik seperti TV, komputer, audio/video, microwave dan sebagainya, yang ada di posisi stand-by pada saat digunakan.

Phantom load secara kumulatif dapat menyumbang 5 hingga 10 persen dari konsumsi listrik kita. Jadi, untuk perangkat listrik yang tidak digunakan lebih baik dimatikan total (switch off) dan hindari mode “stand by”.

7. Rasional dalam penggunaan gadget. Batasi waktu online atau menonton streaming.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya lonjakan tagihan listrik, terutama di tengah pandemi corona atau COVID-19.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved