Breaking News:

Citizen Reporter

Diskusi Daring Disporapar Kota Malang, Keunikan Arsitektur Kota Malang Patut Dijaga

Pembahasan pada acara itu juga memberikan contoh lokasi letak bangunan dengan arsitektur-arsitektur unik yang ada di Kota Malang.

SURYA.co.id/Hayu Yudha Prabowo
CAGAR BUDAYA - Sejumlah wisatawan manca negara berjalan kaki menikmati bangunan kuno cagar budaya bekas peninggalan kolonial Belanda di Jalan Ijen, Kota Malang, Rabu (4/3/2015). 

Namun, ada hal unik yang dapat ditelaah jika berkunjung ke Malang atau bahkan menjadi penduduk di Kota Malang.

Jika dicermati lebih mendalam terdapat gaya atau bentuk keunikan khas dari masing-masing bangunan.

Budi Fathony menyampaikan, arsitek tidak boleh subjektif. Ia harus mampu mendesain dan menerjemahkan lingkungan.

“Dunia arsitektur tidak selalu berhubungan dengan fisik, namun juga memperhatikan perilaku, psikologi lingkungan, dan karakter. Arsitektur kota juga harus melihat karakter geografis karena akan menentukan citra karakter yang berbeda,” kata Budi.

Keunikan bangunan yang ada di Kota Malang dengan keadaan geografis wilayah pegunungan menunjukkan ciri-ciri sebagai tempat yang cocok untuk istirahat dan tempat rekreasi.

Itu bisa dilihat di sepanjang Jalan Ijen. Di sana dirancang sebagai tempat tinggal.

Bangunan di kawasan itu terlihat dari atap curam, jendela dan pintu ada orientasi, juga adanya ornamen-ornamen perbaduan gaya Hindia Belanda.

Hal yang dapat ditangkap oleh orang luar untuk menandakan arsitektur di Malang adalah di sisi utara terdapat Hotel Niagara dan koridor dari Lawang. Jadi, dapat dilihat Malang memiliki ciri khas arsitektur.

Budi juga mengungkapkan ada arsitektur bangunan yang nonkolonial, yaitu seperti rumah khas Malang yang unik di beberapa perkampungan di Kota Malang.

Ada tatanan ruang dalam simetris. Contohnya ada di Kampung Kayutangan, Kampung Jodipan, dan Kampung Temenggungan.

Halaman
123
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved