Kamis, 23 April 2026

Berita Duka

Kabar Duka, Tokoh Pers Nasional Peter Apollonius Rohi Meninggal Dunia Hari Ini

Wartawan senior Peter Apollonius Rohi tutup usia di RS St. Vincentius A Paulo atau RKZ Surabaya, Rabu pagi (10/6/2020).

Penulis: Zainal Arif | Editor: Parmin
foto: ika stikosa aws untuk surya.co.id
Ucapan duka cita dari IKA Stikosa AWS atas meninggalnya salah satu tokoh pers nasional, Peter A. Rohi. 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Kabar duka tengah menyelimuti dunia pers nasional, wartawan senior Peter Apollonius Rohi tutup usia di RS St. Vincentius A Paulo atau RKZ Surabaya, Rabu pagi (10/6/2020).

Pria kelahiran Nusa Tenggara Timur, 14 November 1942 itu meninggal dunia pagi ini pukul 06.45 WIB, setelah tersebarnya informasi di media sosial dari salah satu anaknya yaitu Jojo.

"Pagi ini tepat jam 6:45 WIB, papaku, Peter A. Rohi, telah kembali ke pangkuan Tuhan. Jenazah masih di RKZ Surabaya, terimakasih untuk doa dan bantuan kawan semua," tulis Jojo lewat media sosial.

Menanggapi kabar duka tersebut, Dewan Pakar IKA Stikosa AWS, Atmaji Sapto Anggoro mengungkapkan perasaan duka yang mendalam terhadap berpulangnya wartawan senior lulusan Stikosa - AWS tersebut.

"Pak Peter itu wartawan yang legendaris, sering liputan mendalam di daerah pedalaman, beliau lelaki yang energetik, teliti, dan tidak banyak bicara, seorang Soekarnois tulen yang paham betul arti Republik ini," Ungkap Sapto.

"Kekerasan jiwa, keteguhan hati, kejujuran, dan rendah hati adalah karakter kuat saya tangkap dan diketahui banyak orang tak sekadar teman dekat. Selamat jalan Pak Peter. Kami kehilangan Anda," imbuhnya.

Sedang Ketua IKA Stikosa AWS, M Zurqoni, mengaku kaget dengan kabar meninggalnya Peter A. Rohi. 

"Pertama kali ke rumah almarhum, sedikit shock juga, tokoh besar bertubuh kecil ini, rumahnya masuk gang dan masih masuk lagi di bilangan Kampung Malang Surabaya," ungkapnya.

Zurqoni mengisahkan mantan wartawan Harian Surya tersebut telah memberikan pencerahan bagi dirinya tentang pilihan hidup.

Saat ia diajak almarhum menemani rapat Soekarno Institut di Universitas Narotama Surabaya.

"Orang-orang saat itu begitu hormat, ada mantan jenderal, orang DPR RI, sepulang dari rapat mereka melepas sampai depan lobi. Hingga ada yang bertanya mobilnya mana Pak? lalu beliau memberi perintah kepada saya untuk bergegas mengambil motor, sambil memakai helm yang kedodoran beliau berpamitan ke orang-orang itu," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved