Virus Corona di Jatim
Daftar Kota dan Kabupaten di Jatim dengan Risiko Rendah Penularan Covid-19
Setelah Kota Blitar dan Lumajang diumumkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masuk sebagai zona kuning, dua daerah Jatim kembali menyusul.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Fatkhul Alami
SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah Kota Blitar dan Lumajang diumumkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masuk sebagai zona kuning, dua daerah di Jawa Timur (Jatim) kembali menyusul.
Dua daerah yang masuk zona kuning Covid-19 di Jatim, yakni Kota Madiun dan Ngawi, setelah sebelumnya dua daerah ini masih masuk zona merah.
Dikatakan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa hal ini menjadi semangat baru untuk Jawa Timur. Artinya banyak masyarakat yang mulai sadar untuk memenuhi protokol kesehatan.
Sehingga tidak ada lagi penambahan kasus Covid-19 baru selama dua pekan terakhir. Hal tersebut menjadi indikator BNPB menetapkan daerah menjadi zona kuning atau risiko rendah penularan Covid-19.
"Dari 38 Kab/Kota di Jawa Timur, alhamdulilah yang sudah masuk kategori resiko rendah atau sudah masuk kategori zona kuning ada empat yaitu Kabupaten Ngawi, Kabupaten Lumajang, kota Madiun dan Kota Blitar," kata Khofifah, Senin (8/6/2020).
Ia menjelaskan empat daerah itu merupakan wilayah-wilayah yang dalam dua minggu terakhir terjadi penurunan kasus konfirmasi positif Covid-19, PDP, ODP dan kematian hingga 50 persen.
Selain itu, terjadi penurunan jumlah kasus konfirmasi positif, PDP dan ODP yang dirawat di Rumah Sakit sehingga kapasitas Rumah Sakit masih lebih dari cukup.
Sebagai informasi, sesuai dengan sepuluh indikator yang ditetapkan Gugus Tugas Pusat dan BNPB, Resiko Kenaikan Kasus Covid-19 terbagi menjadi empat. Zona Merah (Resiko Tinggi), Zona Orange (Resiko Sedang), Zona Kuning (Resiko Rendah) dan Zona Hijau (Tidak Terdampak).
Untuk Jawa Timur sendiri, tercatat 4 wilayah berstatus zona kuning, 18 wilayah kategori zona orange dan 16 wilayah masih berstatus zona merah.
Dengan terus membaiknya kondisi pencegahan penyebaran Covid-19 ini, dirinya berharap agar wilayah lain pun bisa segera berstatus zona kuning bahkan hijau.
Bahkan, tak hanya menjadi zona kuning atau beresiko rendah, jika nantinya di wilayah-wilayah tersebut sudah tidak ditemukan ODP maupun PDP, maka akan meningkat statusnya menjadi zona hijau atau zona tidak terdampak.
"Mudah-mudahan ini terus membaik setelah kuning tidak ada ODP tidak ada PDP maka akan menjadi zona hijau atau zona yang tidak terdampak," ungkapnya optimis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/peta-jatim-6-juni-2020.jpg)