Berita Kediri

PT KAI Perpanjang Kebijakan Pengembalian 100 Persen Uang Tiket Kereta Api

PT KAI memperpanjang periode pengembalian 100 persen dikarenakan masih dibatalkannya perjalanan KA Jarak Jauh Reguler sampai dengan saat ini.

Istimewa
Calon penumpang yang telah membatalkan tiket keberangkatan di stasiun KA dilayani petugas yang mengenakan pelindung wajah. 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperpanjang kebijakan pengembalian 100 persen uang tiket kereta api (KA) hingga keberangkatan 17 Juni 2020. Sebelumnya, dibatasi hanya sampai keberangkatan 4 Juni 2020.

“Ketentuan pengembalian penuh ini berlaku untuk pembatalan mulai 5 Juni 2020, untuk keberangkatan 5 - 17 Juni 2020,” ujar Ixfan Hendriwintoko, Manajer Humas Daop 7 Madiun, Sabtu (6/6/2020).

Ia menjelaskan, KAI memperpanjang periode pengembalian 100 persen dikarenakan masih dibatalkannya perjalanan KA Jarak Jauh Reguler sampai dengan saat ini.

Secara umum PT KAI masih terdapat 7.077 tiket yang belum dibatalkan atau 20 persen dari total 36.097 tiket yang sudah terjual pada periode 5 - 17 Juni 2020. Pada tanggal tersebut merupakan tanggal terakhir KAI menerapkan pemesanan tiket H-90.

“Pembatalan KA Reguler jarak jauh sampai dengan saat ini merupakan bentuk dukungan KAI kepada pemerintah untuk mencegah semakin menyebar luasnya Covid-19,” ungkapnya.

Ixfan mengatakan, penumpang dapat membatalkan tiket melalui aplikasi KAI Access atau di loket stasiun yang melayani pembatalan tiket KA.

Pembatalan melalui KAI Access dilakukan selambat-lambatnya 3 jam sebelum jadwal keberangkatan KA.
Uang pembatalan akan ditransfer ke rekening yang terdaftar paling lambat 30 hari kerja sejak tanggal pembatalan.

Adapun pembatalan tiket di loket stasiun dapat dilakukan sampai H+30 dari tanggal keberangkatan. Uang pembatalan akan dikembalikan langsung secara tunai.

“Kami tetap mengimbau para pelanggan untuk melakukan pembatalan secara online melalui aplikasi KAI Access. Selain lebih mudah, penumpang juga tidak perlu keluar rumah untuk menjaga physical distancing,” kata Ixfan.

Sampai dengan 4 Juni 2020 khusus di wilayah Daop 7 Madiun tercatat sudah 3.077 tiket yang telah dibatalkan oleh pelanggan KA untuk periode H-10 sampai H+10 Lebaran, atau 14 Mei - 4 Juni 2020 (22 hari).

Diimbau bagi pelanggan yang sampai saat ini belum membatalkan tiketnya segera untuk membatalkan.

Selama masa angkutan Lebaran 2020 dengan adanya pandemi virus Corona, total volume pelanggan tercapai 25.345 orang.

Jika dibanding dengan tahun 2019 volume pelanggan tercapai 689.229 orang atau hanya tercapai sekitar 4 persen.

“Kami tetap berkomitmen untuk menjaga pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan, meskipun perjalanan KA reguler belum beroperasi," tandasnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved