Breaking News:

Berita Sidoarjo

Polres Sidoarjo Atur Ulang Pengamanan Pilkada dan Pilkades Serentak 2020

Polresta Sidoarjo mulai melakukan pemetaan terhadap potensi kerawanan dan rencana pengamanan pelaksanaan Pilkada pada 9 Desember 2020 mendatang.

Penulis: M Taufik | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/M Taufik
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji mulai memikirkan pengamanan Pilkada 2020 dan Pilkades 2020 di wilayah yang dipimpinnya. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Polresta Sidoarjo mulai melakukan pemetaan terhadap potensi kerawanan dan rencana pengamanan pelaksanaan Pilkada (pemihan kepala daerah) yang bakal digelar 9 Desember 2020 mendatang.

Selain itu, pihak kepolisian juga sedang sibuk melakukan maping ulang pengamanan Pikades (pemilihan kepala desa) serentak yang direncanakan digelar sebelum Pilkada 2020.

"Tentu harus ada perencanaan ulang setelah adanya penundaan. Utamanya menyesuaikan kondisi terkini, serta mengedepankan protokol kesehatan dan SOP Covid-19 jika Pilkada dan Pilkades digelar saat masih pandemi," kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji, Jumat (5/6/2020).

Dalam pengamanan Pilkada2020 dan Pilkades 2020 nanti, personil kemanan akan dilengkapi dengan APD (alat pengaman diri). Setidaknya masker dan sarung tangan jika berjaga di wilayah zona hijau.

"Menyesuaikan kondisi wilayah. Di kampung yang masuk zona merah, apalagi yang banyak pasien positifnya, tentu pengamanan diri anggota harus lebih maksimal," urai Sumardji.

Direncanakan, dalam pelaksanaan pemungutan suara nanti, warga dari zona merah tidak dibolehkan menggunakan hak suaranya di TPS yang masuk zona hijau. Demikian sebaliknya, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Intinya, dalam pengamanan pilkada, personil kemanan juga tetap harus mengutamakan keselamatan dan keamanan diri. Jangan sampai, petugas keamanan malah keamanan dirinya terancam.

Itu jika pilkada dan pilkades digelar ketika masih pandemi. Namun jika nanti saat pelaksanaan pesta demokrasi tersebut kondisi sudah aman alias tidak dalam masa pandemi, tentu pola dan sistem pengamanannya berbeda.

"Kami juga masih menunggu. Bagaimana tahapan-tahapan Pilkada dan Pilkades nanti. Untuk Pilkades, tentu ada Peraturan Bupati yang menjadi landasan pelaksanaan kembali setelah beberapa waktu lalu tertunda," urai Sumardji.

Terkait potensi kerawanan, disebutnya sejauh ini kerawanan Pilkades yang sudah terlihat di beberapa wilayah. Gesekan antarcalon dan antarpendukung sudah terlihat sejak beberapa waktu lalu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved