Virus Corona di Gresik

Meski Pulau Bawean Berstatus Zona Merah, Tapi Masih Ada Warga Menyeberang Menumpang Kapal Barang

Pantauan di lapangan hari Sabtu (6/6/2020) ini, kapal barang KMP Gili Iyang mengangkut 70 penumpang menuju Pulau Bawean, dua di antaranya balita.

SURYA.CO.ID/Willy Abraham
Para penumpang saat masuk ke dalam kapal barang KMP Gili Iyang, Sabtu (6/6/2020). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Kendati sudah berstatus zona merah, masih ada warga yang masih menyeberang ke Bawean, Gresik, menumpang kapal barang KMP Gili Iyang.

Satu pasien positif Covid-19 pertama di Pulau Bawean berada di Kecamatan Sangkapura.

Pantauan di lapangan, KMP Gili Iyang berangkat dari pelabuhan Gresik mengangkut 70 penumpang. Jumlah penumpang ini di bawah 50 persen dari jumlah kursi KMP Gili Iyang sebanyak 196.

Kasi Pelayaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik, Anom Kusumo menyebut, 70 penumpang yang akan bertolak ke Bawean itu sudah dilakukan rapid test dan membawa surat kesehatan.

"Hasilnya non reaktif semua, total ada 70 penumpang, dua di antaranya balita," kata dia, Sabtu (6/6/2020).

Hari ini Dishub Gresik juga meninjau proses rapid test penumpang kapal yang akan berangkat besok Senin (8/6/2020).

"Kalau ada penumpang yang reaktif ya tidak boleh berangkat. Langsung kita laporkan ke Dinas Kesehatan untuk dilakukan isolasi mandiri," terangnya.

Saat ini, kapal yang beroperasi menuju ke pulau yang memiliki julukan Pulau Putri itu hanyalah kapal barang. Pasalnya, kapal penumpang masih belum beroperasi sesuai instruksi Pemerintah Pusat.

Namun, Gerakan Mahasiswa Bawean, Moh Asep Maulid menyayangkan dengan tidak tegasnya sikap Pemkab Gresik.

Dia menuntut agar Pemkab Gresik untuk lebih tegas lagi menyetop penumpang kapal menuju Bawean. Karena kecolongan, ada satu penumpang positif Covid-19 saat pulang kampung ke rumah orang tuanya di Kecamatan Sangkapura.

Halaman
12
Penulis: Willy Abraham
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved