Berita Gresik

Da’i Cilik asal Gresik Sukses Juara Tingkat Nasional

Mohammad Ali Azis, seorang santri kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Bedanten, Kecamatan Bungah mengharumkan Kabupaten Gresik di pentas nasional

Surabaya.Tribunnews.com/Willy Abraham
Mohammad Ali Azis seorang santri kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Bedanten, Kecamatan Bungah menunjukkan trofi juara lomba dai, Sabtu (6/6/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK – Mohammad Ali Azis, seorang santri kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Bedanten, Kecamatan Bungah, Gresik berhasil mengharumkan Kabupaten Gresik di pentas nasional.

Bocah berusia 12 tahun ini mampu menyisihkan para pesaingnya di seluruh Indonesia guna menjadi yang terbaik dalam dakwah.

Perlombaan ini digelar secara daring di Pondok Pesantren As’adiyah Wajo, Sulawesi Selatan.

Santri Mambaul Ulum Gresik ini awalnya mengirim video berisi dakwah dan dikirim. Kemudian diseleksi oleh para dewan juri.

Putra kedua seorang Mubaliq di Gresik ini mengaku tidak ada rahasia khusus dalam mengikuti lomba dakwah secara daring ini.
Menurutnya usaha maksimal dan semangat pantang menyerah dan bimbingan orang tua terutama sang ibu mampu meraih prestasi yang dia impikan sejak kecil ini.

“Setiap hari dikasih satu paragraf dan setiap hari harus hafal. Kalau tidak hafal, ya harus hafal seterusnya. Alhamdulilah senang sekarang sudah hafal delapan tema dakwah. Untuk ikut lomba, kemarin dakwah motivasi membangun negeri. Dengan berdakwah itu bisa menguatkan akidah umat santun sahaja damai nusantara,” ucapnya, Sabtu (6/6/2020).

Ali Aziz mengaku, meski meraih prestasi di tingkat nasional namun enggan berpuas diri. Dia akan menambah literasi tentang dakwah agar menjadi da’i dan membanggakan bagi kedua orang tua.

“Menambah semangat untuk berprestasi lebih baik lagi,” kata dia.

Siti Muma’innah, ibunda Aziz mengaku, sangat mendukung dan memberikan kesempatan putranya itu untuk menjadi seorang da’i.

Sejak kecil, putranya itu sering mengikuti lomba mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga tingkat nasional.

Siti menyebut beberapa tahapan dilakukan dalam perlombaan secara daring itu. Mulai dari merekam video dakwah.

Video putranya itu mampu menyisihkan kurang lebih 1.300 peserta di seluruh Indonesia. Kemudian, dia dihubungi panitia untuk dikonfirmasi dan diberi waktu empat hari menyiapkan tema dakwah untuk menampilkan yang terbaik kemudian dilombakan menggunakan aplikasi zoom. Sehingga langsung dinilai oleh para juri melalui aplikasi zoom itu.

“Alhamdulilah masuk tiga besar poinnya tertinggi, penentuan juara tanggal 17 Juni besok. Sekarang masih dinilai melalui jumlah viewers di youtube. Mohon doanya,” tutupnya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved