Breaking News:

Virus Corona di Banyuwangi

Daripada Harus Masuk Sekolah di Masa Pandemi Covid-19, Orang Tua di Banyuwangi Pilih Anaknya Bolos

Meski wabah virus Corona belum berakhir, pemerintah saat ini tengah mengkaji membuka kembali aktifitas belajar mengajar di sekolah

SURYA.CO.ID/Haorrahman
Ilustrasi - Aktifitas siswa di Banyuwangi. Pemerintah saat ini mengkaji akan membuka sekolah kembali 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Meski wabah virus Corona belum berakhir, pemerintah saat ini tengah mengkaji membuka kembali aktifitas belajar mengajar di sekolah. Ini mendapat tanggapan beragam dari para orang tua.

Rahmawati Setyoardinie, seorang ibu yang memiliki anak yang duduk di kelas 2 sekolah dasar, mengaku menolak apabila sekolah dibuka di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

Pengusaha farmasi di Banyuwangi itu bahkan lebih memilih anaknya bolos, daripada harus masuk sekolah apabila pandemi ini belum benar-benar berakhir.

”Kalau sekolah buka di tengah pandemi, saya lebih memilih anak saya bolos daripada harus masuk sekolah,” kata perempuan yang akrab disapa Dini itu, Jumat (5/6/2020).

Ia mengatakan, meskipun sekolah menerapkan standart protokol, namun pergerakan anak-anak akan sulit dipantau.

”Siapa yang bisa memantau bagaimana pergerakan anak-anak selama di sekolah. Apalagi anak SD, yang pengendalian dirinya masih kurang,” kata Dini.

Menurutnya, anak-anak akan sangat senang bertemu teman-temannya. Untuk menerapkan social distancing tentu akan sangat sulit.

“Namanya juga anak-anak. Melarang bersentuhan tentu sangat sulit. Makan bareng-bereng satu piring dan lainnya. Kita juga tidak tahu aktivitas mitigasi teman-temannya sebelum masuk sekolah. Bisa saja temannya baru diajak keluar kota atau ke berbagai tempat oleh orangtuanya,” kata Dini.

Meskipun saat ini penyebaran Covid-19 di Banyuwangi masih bisa dibilang terkontrol, namun menurut Dini tidak seperti di daerah-daerah sekitar.

”Banyuwangi memang masih relatif kecil pasien Covid-19, tetapi daerah sekitarnya, seperti Jember, Bondowoso, dan lainnya tidak demikian. Masih banyak orang keluar masuk Banyuwangi. Kecuali apabila Banyuwangi membentengi diri tidak boleh ada orang yang keluar masuk, mungkin masih berani,” kata perempuan berusia 40 tahun itu.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved