Breaking News:

Virus Corona di Banyuwangi

Bupati Anas Kunjungi Pesantren di Kabupaten Banyuwangi, Tinjau Kesiapan New Normal

Dalam rapat tersebut, terdapat beberapa poin yang harus dipenuhi pesantren sebelum mengaktifkan kembali pesantrennya.

surya.co.id/haorrahman
Bupati Anas meninjau meninjau kesiapan PP. Miftahul Ulum, di Desa Bengkak, Wongsorejo, Banyuwangi. 

Pesantren Miftahul Ulum berencana mengaktifkan proses belajar mengajar pada 17-19 Juni mendatang.

Para santri dari Banyuwangi dijadwalkan pada dua hari pertama, sedangkan yang dari luar kota pada hari ketiga.

"Hal ini agar lebih mudah proses pemeriksaan kesehatan dan pendataannya," ujar Pengasuh PP. Miftahul Ulum KH. Hayatul Ikhsan.

Santri putra dan putri di pesantren tersebut, mencapai 300-an orang.

Sebanyak 38 santri di antaranya berasal dari luar kota. Seperti Bali dan Surabaya.

"Kami telah mengumumkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Kami juga menyiapkan empat ruang isolasi bagi yang berasal dari luar kota ini. Mereka akan dipantau langsung oleh Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) bersama Puskesmas," kata Hayat.

Untuk menjamin penerapan physical distancing sendiri, pesantren mengaku memiliki ruang yang cukup representatif.

"Setiap kamar bisa diisi 5 sampai 6 orang santri. Jadi, masih memungkinkan bagi mereka untuk menjaga jarak," katanya.

Penulis: Haorrahman
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved