Tanggapi Penangkapan Ruslan Buton Mantan Kapten TNI AD, Anggota DPR Minta Polri Tak Sembarangan

Kasus penangkapan mantan kapten di TNI AD, Ruslan Buton mendapat tanggapan dari Anggota Komisi III DPR Arsul Sani. Apa tanggapannya?

Kolase ISTIMEWA/TAKAWANEWS.COM dan Surya.co.id
Mantan kapten TNI AD, Ruslan Buton dijemput aparat gabungan TNI-POLRI dari kediamannya (kiri) setelah viral minta Jokowi mundur 

SURYA.co.id - Kasus penangkapan mantan kapten di TNI AD, Ruslan Buton mendapat tanggapan dari Anggota Komisi III DPR Arsul Sani.

Seperti diketahui, Ruslan Buton ditangkap oleh tim gabungan Satgassus Merah Putih bersama Polda Sulawesi Tenggara, dan Polres Buton pada Kamis (28/5/2020) pukul 10.30 waktu setempat.

Penangkapan ini terjadi setelah videonya membacakan surat pernyataan yang meminta agar Presiden Jokowi mundur, viral di media sosial.

Ruslan Buton dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 15 UU No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang dilapis dengan Pasal 28 ayat (2) UU No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana 6 tahun dan atau Pasal 207 KUHP, dapat dipidana dengan ancaman penjara 2 tahun.

Update Kasus Ruslan Buton Eks Kapten TNI AD, ini Reaksi Polri Soal Permohonan Penangguhan Penahanan

Biodata Ruslan Buton, Pecatan Kapten TNI yang Minta Jokowi Mundur, Ini Fakta Terbaru

Ruslan Buton kini resmi ditahan Badan Reserse Kriminal (Bareskerim) Polri setelah pada Jumat (29/5/2020) ia ditetapkan sebagai tersangka.

Menanggapi kabar penangkapan Ruslan Buton itu, Anggota Komisi III DPR Arsul Sani meminta Polri tidak mudah menangkap orang dengan menggunakan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Seperti dilansir dari Kompas dalam artikel 'Penangkapan Ruslan Buton, Anggota Komisi III Minta Polri Tak Sembarang Gunakan UU ITE'

"Meminta Polri agar tidak gampang-gampang menangkap orang," kata Arsul kepada wartawan.

"Menggunakan kewenangan untuk melakukan upaya paksa dalam penindakan hukum terkait dugaan pelanggaran beberapa pasal dalam UU ITE maupun KUHP yang bukan kejahatan dengan kekerasan tidak boleh sembarangan," jelasnya.

Menurut Arsul, Polri tidak perlu menangkap Ruslan.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved