Breaking News:

Citizen Reporter

Masih Ada Warga yang Belum Tersentuh Air Bersih PDAM di Kedungcowek Surabaya

Di kelurahan Kedungcowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Jawa Timur, masih ada sejumlah warga yang kesulitan mendapatkan akses bersih dari PDAM.

ist/citizen reporter
Mahasiswa UKDC Surabaya membantu memasang nomor rumah di rumah-rumah warga Kedungcowek, kecamatan Bulak, kota Surabaya. Selain memasang nomor rumah, mahasiswa juga mendata warga yang belum tersentuh jaringan air bersih dari PDAM. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Di kelurahan Kedungcowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Jawa Timur, masih ada sejumlah warga yang kesulitan mendapatkan akses bersih dari PDAM.

Di gang buntu A dan gang buntu B misalnya, warga menggunakan air dari saluran milik warga yang sudah terjangkau jaringan PDAM. Tentu saja semua itu ada biayanya.

“Biaya yang dikenakan untuk penggunaan air bersih (mandi, cuci, kakus) Rp. 5.000 per setengah jam. Air minum untuk dikonsumsi dari air isi ulang 1 galon seharga 4 ribu per galon, digunakan selama 3 hari per minggu tergantung banyaknya anggota keluarga. Rata–rata rumah yang ditempati berisi 4 orang,“ ucap salah satu warga kepada tim mahasiswa UKDC Surabaya yang melakukan kegiatan KKN Pengabdian Masyarakat di sana.

Untuk membantu warga, mahasiswa melakukan pendataan warga setempat yang kemudian diajukan kepada PDAM Surya Sembada Surabaya.

Saat melakukan pemetaan lokasi untuk mengetahui letak dan berapa jumlah rumah yang belum memiliki jaringan PDAM, ternyata warga Gang Buntu A dan Gang Buntu B belum memiliki petunjuk jalan dan nomor rumah.

Sehingga mahasiswa UKDC memberikan petunjuk jalan dan nomor rumah sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Warga dan mahasiswa berharap agar pemasangan instalasi jaringan PDAM segera terealisasi dan keresahan warga akan kurangnya ketersediaan air bersih dapat teratasi dengan adanya PDAM tersebut.

Serta dengan adanya Papan Penunjuk arah dan penomoran rumah dapat memudahkan masyarakat luar dalam menemukan alamat yang akan dituju serta kemudahan dalam pengurusan data kependudukan.

Penulis : Maria Kritiani Novantri M dan Vredolina Lara Sakti S. Seran

 

 

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved