Breaking News:

Persona

Tommy Priyo Pratomo, Ikut Melestarikan Budaya dan Sejarah Kota Surabaya

"Sebenarnya, saya menyukai sejarah dan budaya di mana pun. Tapi karena lahir di sini, saya lebih tertarik mengulik yang ada di Surabaya," ungkap Tommy

surabaya.tribunnews.com/christine ayu nurchayanti
Tommy Priyo Pratomo, pecinta budaya dan sejarah Kota Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sosok Tommy Priyo Pratomo dikenal sebagai salah satu pecinta budaya dan sejarah Kota Surabaya.

Lahir di Kota Pahlawan, 3 Mei 1973, Tommy mulai mencintai bidang ini sejak duduk di bangku sekolah. Berlanjut sampai kuliah dan kini semakin aktif menggaungkan potensi budaya serta sejarah di Kota Surabaya.

"Sebenarnya, saya menyukai sejarah dan budaya di mana pun. Tapi karena lahir di sini, saya lebih tertarik mengulik yang ada di Surabaya," ungkap Tommy kepada Surya, Jumat (15/5/2020).

Saat berkuliah di jurusan arsitektur, kecintaan Tommy terhadap sejarah dan budaya semakin mendalam. Menurutnya, Surabaya menyimpan potensi yang harus terus digali.

"Kemudian benar-benar ingin konsisten dalam pelestarian budaya dan sejarah ketika membaca buku 'Babad Tanah Soerabaja' karya Bapak Doekoet Imam Widodo. Di sana tertulis banyak hal soal Surabaya, riwayat-riwayat yang banyak berhubungan dengan kampung-kampung di Surabaya," ia menguraikan.

Tak hanya mencintai, ia pun ikut berkontribusi dengan mengenalkan kembali budaya dan sejarah yang jarang dikenal oleh masyarakat Surabaya.

Hal ini melalui keterlibatannya sebagai fasilitator pemberdayaan masyarakat program Pemerintah Kota Surabaya.

"Saya bertugas untuk mendampingi masyarakat, dari situ akhirnya bertemu berbagai macam kampung. Di setiap yang saya kunjungi, saya selalu mencari informasi tentang sejarah dan budaya di dalamnya," papar Tommy.

Ternyata, ia menemukan banyak sekali hal menarik di kampung-kampung tersebut. Seperti kampung Dinoyo yang ternyata terkait dengan kerajaan Majapahit dengan bukti punden yang ada di dalamnya, atau kampung Babatan yang memiliki rasa toleransi yang tinggi dengan tetap melakukan tradisi seperti sedekah bumi.

"Hal ini semakin membuat saya tertarik. Setelah menanyakan dengan tokoh kampung mengenai sejarah, saya mendorong agar hal ini lebih diangkat agar lebih dikenal masyarakat luas," Tommy menguraikan.

Menurutnya, Surabaya menyimpan budaya dan sejarah yang menarik. Dikenal sejak zaman dulu, Surabaya erat dengan akulturasi. Banyak cagar budaya yang ia harap semakin dikenalkan.

Melalui ini, Tommy berharap dapat berkontribusi kepada Kota Surabaya, terutama dari sisi pelestarian kearifan lokal.

"Di Surabaya sudah banyak pelestari budaya lainnya, saya hanya bagian kecil yang ingin ikut berkontribusi untuk Kota Surabaya," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved