Virus Corna di Sidoarjo
Semua RW di Sidoarjo Digelontor Uang Rp 6, 2 Miliar Efek COVID-19 Saat PSBB
Gugus Tugas Penanganan covid-19 Sidoarjo menyalurkan dana bantuan sebesar Rp 6,2 miliar untuk para pengurus RW di Kota Delta, Rabu (3/6/2020).
Penulis: M Taufik | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.co.id | SIDOARJO - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 ( virus corona) Sidoarjo menyalurkan dana bantuan sebesar Rp 6,2 miliar untuk para pengurus RW di Kota Delta, Rabu (3/6/2020).
Totalnya ada 2.086 RW menerima bantuan yang disalurkan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) di tiap Kantor Kecamatan.
Setiap RW mendapat alokasi dana Rp 3 juta, untuk operasional selama pelaksanaan PSBB Sidoarjo tahap tiga.
Dana bantuan itu diharapkan bisa dimanfaatkan untuk posko covid-19 di setiap RW. Semacam untuk membantu operasional posko.
"Bisa untuk penyediaan makan dan minum petugas selama PSBB berlangsung," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin usai menyerahkan secara simbolis bantuan dana operasional PSBB tahap tiga kepada RW di Kantor Kecamatan Sidoarjo, Rabu (3/6/2020).
Menurut Cak Nur, panggilan Nur Ahmad, bantuan itu untuk operasional PSBB di RW dan tidak ada kaitannya dengan Kampung Tangguh.
Di sisilain, Pemkab Sidoarjo menerjunkan ASN dalam melakukan monitoring dan evaluasi di titik ceck point PSBB tahap ketiga.
Menurut Asisten I M Ainur Rahman, ASN yang dilibatkan untuk turun ke check point di desa-desa di luar Satpol PP, Dinas Kesehatan, RSUD Sidoarjo, Bakesbangpol dan Dinas Perhubungan.
Sejak Jumat tanggal 29 Mei 2020 ASN di Sidoarjo sudah mulai melakukan Monev Pos Chek Point PSBB tahap tiga yang ada di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Sidoarjo.
Mereka dikerahkan ke titik cek point PSBB yang ada di tiap -tiap desa di 18 Kecamatan.
‘’Mengecek Posko cek point di desa, melihat efektifitasnya, dan melapor ke Gugus Tugas," kata Ainur.
Upaya ini diharapkan bisa memberi kontribusi positif. Sesuai SOP nya, satu tim dari OPD terdiri dari dari dua orang. Mereka melakukan Monev bisa tiap dua hari sekali, sampai PSBB Tahap III ini berakhir pada 8 Juni nanti.
Selain mengecek posko, mereka juga mengedukasi petugas yang jaga. Tentang bagaimana memperlakukan warga yang melintas, mencatat seluruh pelanggaran yang terjadi, dan melapor ke posko covid-19.
Selanjutbya dilaporkan secara real time ke Helpdesk Monitoring PSBB Gugus Tugas, untuk kemudian dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan dari pelaksanaan PSBB tahap ketiga ini.
“Sejauh inimasih banyak ditemukan warga yang belum mengetahui aturan yang berlaku saat PSBB. Itu terkihat dari banyaknya ditemukan warga yang tidak menggunakan masker saat keluar rumah, berpenumpang lebih dari 50% sesuai kapasitas dan masih banyak warung yang membuka dan menyediakan makan di tempat," ungkap Ainur.
Diharapkan, upaya ini bisa mendorong masyarakat lebih sadar. Supaya kondisi jadi membaik dan Sidoarjo bisa segera bersiap untuk New Normal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/nur-ahmad-syaifuddin-saat-menyerahkan-bantuan-ke-rw-di-kecamatan-sidoarjo.jpg)